Wonosobo Capai Indeks Pembangunan Manusia Tercepat

SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2018 yang mencapai 71,12 naik 0,6 poin dibandingkan tahun 2017. Pencapaian tersebut juga diikuti di level kabupaten dan kota yang cukup bervariasi.

Selama 2017-2018 seluruh daerah mengalami peningkatan IPM. Wonosobo menjadi kabupaten dengan kemajuan pembangunan tercepat, disusul Kabupaten Tegal dan Brebes. Sementara IPM yang lambat berada di Kota Magelang, Kabupaten Semarang, dan Karanganyar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono mengungkapkan, sejak 2017 status pembangunan manusia di Jateng sudah terkategori tinggi (di atas 70), sementara antara tahun 2010-2016 masih kategori sedang mulai 60 hingga kurang dari 70.

Beberapa indikator komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan.''IPM dibentuk tiga dimensi dasar, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak,'' kata Sentot, Senin (15/4).

Dia menjelaskan, umur panjang ini digambarkan oleh umur harapan hidup saat lahir, pengetahuan diukur melalui indikator rata-rata lama sekolah, dan harapan lama sekolah. Sementara standar hidup layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita disesuaikan yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli.

Lebih Tinggi

Selama periode 2017-2018, IPM Jateng tumbuh 0,85% atau meningkat 0,60 poin. Peningkatan pada periode tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan 2015-2016 yang naik 0,49 poin serta periode 2016-2017 yang naik 0,54 poin.

Untuk umur harapan hidup saat lahir berhasil ditingkatkan 1,45 tahun. Secara rata-rata umur harapan hidup tumbuh 0,25% per tahun. Pada 2010, umur harapan hidup saat lahir sebesar 72,73 tahun dan delapan tahun kemudian mencapai 74,18 tahun.

Sentot mengemukakan, dari sisi dimensi pengetahuan, indikator harapan lama sekolah di Jateng pada 2010-2018 meningkat 1,73 tahun, sementara ratarata lama sekolah meningkat 0,64 tahun. Adanya pertumbuhan harapan lama sekolah ini ini menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak penduduk Jateng yang bersekolah.

Pertumbuhan positif ini menjadi modal penting dalam membangun kualitas manusia di Jateng yang lebih baik. ''Untuk standar hidup layak, pada 2018 pengeluaran per kapita masyarakat di Jateng mencapai Rp 10,78 juta per tahun. Selama lima tahun terakhir, pengeluaran per kapita disesuaikan masyarakat meningkat sekitar Rp 1,16 juta,'' imbuhnya. (J14-27)


Loading...
Komentar