Unwahas Beri Perhatian Pendidikan Inklusif

SEMARANG -Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) memberikan perhatian lebih pada usaha meningkatkan kualitas pendidikan inklusif. Langkah itu juga dilakukan dengan menggandeng sekolah yang memberikan ruang pembelajaran bagi penyandang disabilitas.

''Pendidikan inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mengatur agar penyandang kebutuhan khusus dapat menerima pembelajaran secara layak. Unwahas berkeinginan memberikan perhatian lebih terhadap persoalan ini,'' tutur Ketua Prodi S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Unwahas Maas Shobirin, kemarin.

Hal itu disampaikan saat ditemui setelah penandatanganan nota kerja sama dengan MI Luar Biasa YKTM Budi Asih Kota Semarang. Kerja sama itu diharapkan sebagai pintu masuk dalam memberikan perhatian lebih kepada penyandang disabilitas yang belajar di madrasah.

Maksimal

Menurut Maas Shobirin, cakupan kerja sama itu luas. Maka kalangan perguruan tinggi akan bisa sangat maksimal dalam memberikan dukungan terhadap model pendidikan inklusif yang mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. ''Selain bisa memberikan perhatian penuh atas berbagai permasalahan penuh di sekolah mitra, kerja sama ini juga menjadikan penguatan kiprah kampus berkenaan dengan perkuliahan, riset, dan pengabdian masyarakat,'' imbuh dia.

Menurutnya, penyandang disabilitas harus bisa diterima oleh masyarakat, termasuk hak mereka untuk menerima pembelajaran. "Kaum disabilitas jangan sampai dipersulit urusannya, apalagi dikucilkan dari pergaulan masyarakat," ujarnya. Idealnya, lanjut Maas Shobirin, sesuai dengan ketentuan pendidikan inklusif mereka, mereka wajib dilayani di sekolah terdekat dan bergaul dengan teman sebayanya.

Pendidikan model itu juga mendorong penuh diterimanya siswa yang mengalami hambatan ke dalam kurikulum, lingkungan, hingga interaksi sosial. Kepala Madrasah Indra Ari Wibowo menyampaikan apresiasinya terhadap keinginan perguruan tinggi menjalin kerja sama dengan sekolah yang dia pimpin.

Menurutunya, peran kampus sangat dibutuhkan untuk memperkuat pendidikan bagi penyandang kebutuhan khusus. "Sentuhan keilmuan dari dosen dan mahasiswa juga akan memberikan nilai lebih untuk tercapainya pembelajaran yang optimal," tuturnya. (H41-40)


Berita Terkait
Loading...
Komentar