Reformasi Belajar Matematika, Peran Guru Jadi Motivator

SEMARANG - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju memerlukan reformasi paradigma dalam pembelajaran Matematika. Dari peran guru sebagai pemberi informasi atau transfer of knowledge, kini perlu bertransformasi sebagai motivator belajar.

Demikian inti dari disertasi dosen Pendidikan Matematika UPGRIS, Widya Kusumaningsih SPd MPd, yang disampaikan dalam ujian promosi Doktor Pendidikan Matematika, di kampus Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, baru-baru ini.

"Guru dituntut memberi kesempatan kepada siswa agar mereka mengonstruksi sendiri pengetahuan yang dipelajari melalui aktivitas-aktivitas matematis. Misalnya, berkomunikasi dan menuangkan hasil pikiran serta mengungkapkan dengan bahasa sendiri," tandas Widya, di hadapan tim penguji.

Penelitian itu dirancang untuk menjawab pertanyaan apakah ada perbedaan pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir aljabar dan kemandirian belajar siswa melalui multiple representasi pada pembelajaran realistik Matematika pada siswa SMP. Hal itu ditinjau dari faktor kemampuan awal matematis (KAM), jenis sekolah, gender, dan keseluruhan.

Aspek abstraksi dan ekstensi perlu diperhatikan dalam penerapan pembelajaran realistik Matematik dengan strategi multiple representasi. Sebab, pada aspek itu siswa dituntut menggeneralisasi dari representasi untuk memperluas pengetahuan pada situasi baru.

Siswa dengan kategori KAM rendah yang hanya menerima informasi dari guru akan kesulitan mengikuti diskusi kelompok. Begitu juga siswa berkategori KAM tinggi, akan kesulitan dalam diskusi kelompok. Temuan lain penelitian itu adalah adaya interaksi kategori KAM tinggi, sedang, dan rendah terhadap pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir aljabar siswa.

"Berdasarkan kajian literatur teoriteori yang berkaitan dengan kemampuan berpikir aljabar, belum banyak penelitian yang menerapkan strategi pembelajaran multiple representasi pada pembelajaran realistik matematik ditinjau dari perbedaan gender. Hal ini merupakan suatu kebaruan dalam penelitian, begitu pula pada kemandirian belajar siswa," tegas alumnus Magister Pendidikan Matematika Unnes itu. (J17-40)


Berita Terkait
Loading...
Komentar