Nasabah Dilaporkan Bank Jateng ke Polda

Dugaan Pembobolan Rp 5,4 M

SEMARANG -Dua orang nasabah Bank Jateng dilaporkan oleh pihak bank ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng. Kuasa Hukum Bank Jateng Dani Sriyanto menyatakan, pelaporan tersebut terkait dugaan pembobolan yang dilakukan oleh kedua nasabah tersebut.

Terlapor yakni pasangan suami istri M Ridwan dan Nanik Supriyati, warga Kabupaten Pati. Menurutnya, pelaporan ini berawal dari proses transaksi yang dilakukan oleh terlapor di salah satu ATM yang ada di Pati. Nasabah bersangkutan diduga memanfaatkan mesin ATM yang bermasalah. Saat melalukan proses transaksi, terjadi kekeliruan perintah transfer yang berakibat pada jumlah dana yang ada di rekening mencapai Rp 5,4 miliar.

”Hari ini kami resmi mengadukan dua nasabah Bank Jateng inisial MR dan NS ke Polda,” kata Dani, Jumat (29/3). Penasihat Hukum terlapor Arwani menyatakan, tidak mempermasalahkan kliennya dilaporkan dalam perkara dugaan tindak pidana tersebut. ”Tidak masalah, itu haknya mereka,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi Suara Merdekamelalui telepon seluler.

Perkara ini berawal dari gugatan dua orang nasabah Bank Jateng M Ridwan dan Nanik Supriyati karena rekeningnya yang jumlahnya Rp 5,4 miliar diblokir sepihak oleh bank milik BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini. Menurut Arwani, Bank Jateng telah memblokir rekening kliennya tanpa pemberitahuan dan alasan jelas.

”Kami meminta pengadilan memerintahkan Bank Jateng mengaktifkan kembali rekening yang diblokir tersebut dan mengembalikan simpanan sekitar Rp 5,4 miliar yang ada di dalamnya,” katanya. Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng, Ony Suharsono menceritakan, nasabah tersebut diketahui memiliki dua rekening yakni Bank Jateng dan Bank BCA.

Pada saat nasabah melakukan pemindahan dana dari Bank BCA ke Bank Jateng, saldo yang ada di Bank Jateng bertambah. Adapun saldo nasabah di Bank BCAtidak berkurang. ”Awalnya nasabah tersebut melakukan pemindahan dengan nominal sedikit Rp 3 juta, terus semakin lama semakin besar sampai Rp 25 juta,” kata Ony.

Uang nasabah yang mencapai Rp 5,4 miliar tersebut, kata dia, sebetulnya milik Bank Jateng yang juga tersimpan sebagai rekening dana tampungan di Bank BCA. Dari catatan Bank Jateng, nasabah melakukan 270 transaksi hingga mencapai jumlah itu. Transaksi dilakukan selama kurun waktu Mei-Oktober 2018.

Kasubdit II Ekonomi Khusus Ditreskrimsus Polda Jateng AKBPTedy Fanani membenarkan adanya laporan tersebut. Dia mengatakan, laporan masih bersifat aduan. ”Berkas sudah kami terima, akan kami teliti dulu,” ujarnya.(ftp,K44-56)