PITUTUR

Wong kang Gawe Becik

PITUTUR lama yang lengkapnya berbunyi, ”Sapasapa wong kang gawe becik, nora wurung mbenjang manggih arja, tekeng saturunturune”, memiliki arti siapa saja yang berbuat baik, nanti pasti memperoleh kesejahteraan hingga ke anak cucu. Pitutur ini mirip dengan ngunduh wohing pakarti yang bermakna setiap orang akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya.

Akan tetapi pituturyang pertama, bukan sekadar informasi, hanya menjelaskan hukum sebab-akibat, namun sekaligus dorongan untuk berbuat baik. Tuhan sudah berbuat baik dengan memberikan kepada kita tubuh dengan segenap kemampuan dari masingmasing anggota tubuh itu. Bahkan diberikan pula kepada kita berbagai fasilitas hidup yang tidak mungkin kita mampu menghitungnya satu per satu.

Tidakkah kita ingin berterima kasih kepada Tuhan dengan berbuat baik kepada- Nya. Berbuat baik atau bersyukur bukan lantas hanya selalu menyembah-Nya, namun juga menggunakan setiap bagian tubuh dan fasilitas yang Dia berikan, untuk berbuat baik kepada manusia dan segenap alam. Sejatinya kebaikan itu akan berbuah kebaikan pula kepada kita.

Mungkin berupa ucapan terima kasih, pemberian sesuatu, simpati, empati, atau doa. Kalau perbuatan baik itu berupa menanam pohon, kita akan menikmati indahnya pohon atau buahnya.

Bila menyingkirkan kulit pisang dari jalan, insyaallah kita dan orang lain tidak terpeleset. Bila memberi penerangan jalan, kita tidak akan kegelapan. Bila mengajar anak-anak, mereka akan pandai tanpa mengurangi ilmu kita, bahkan memberikan kebahagiaan untuk kita. Banyak lagi contoh yang dapat dikemukakan, dan itu merupakan wujud syukur atas nikmat Tuhan.

Kebaikan sebagai buah dari amal saleh kita akan berlaku panjang sedangkan usia kita terbatas. Nah siapa lagi penikmat berikutnya kalau bukan anak cucu kita. Apalagi kalau nama kita dikenang orang, siapa yang akan senang? Anak cucu kita, di samping orang lain tentu. Nah mumpung usia masih ada, gunakan untuk berbuat baik.

Mari kita baca Surat Al Isra’ayat ketujuh yang artinya, ”Jika kalian berbuat baik, maka (kebaikan) itu akan kembali kepada kalian, dan jika kalian berbuat jahat, maka (kejahatan) itu akan kembali kepada kalian”. (KH Ahmad Darodji, Ketua Umum MUI Jateng-54)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar