Kejurkot Jadi Ajang Peningkatan Prestasi

SM/Setyo Wiyono - GANDA: Pasangan pebulu tangkis putra bertanding di kelompok ganda pada Kejurkot PBSI Surakarta yang didukung Djarum Foundation di GOR Sinar Kasih Kadipiro Solo, Sabtu (25/3). (21)
SM/Setyo Wiyono - GANDA: Pasangan pebulu tangkis putra bertanding di kelompok ganda pada Kejurkot PBSI Surakarta yang didukung Djarum Foundation di GOR Sinar Kasih Kadipiro Solo, Sabtu (25/3). (21)

SOLO - Kejuaraan kota (Kejurkot) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Surakarta 2019 yang didukung Djarum Foundation telah berakhir. Sekitar 190 pebulu tangkis usia muda dari sembilan klub di Kota Bengawan telah menyelesaikan pertarungannya untuk menjadi yang tertangguh di GOR Sinar Kasih kawasan Kadipiro, Solo, Sabtu (25/3).

Kendati demikian, pembinaan yang dilakukan klub-klub bulu tangkis di Solo belum berakhir. Mereka memiliki tanggung jawab untuk terus mengasah dan mematangkan para atletnya hingga jenjang yang lebih tinggi. ”Persaingan klub-klub dalam kejurkot itu cukup bagus guna meningkatkan prestasi atlet-atletnya.

PB Jaya Raya Solo yang merupakan satelit Jaya Raya Jakarta dan baru muncul di kota ini sekitar delapan bulan, kebetulan jadi juara umum setelah meraih empat medali emas,” kata ketua panitia kejurkot, Muhammad Anis, kemarin. Meski demikian, dominasi Jaya Raya tidak terlihat mutlak.

Unggul di kelompok pra dini hingga anak, posisi klub tersebut ditempel PB Purnama yang mengoleksi tiga medali emas dari kelompok tunggu pemula putra dan pturi, serta ganda pemula putra.

Tidak Mencolok

Juara bertahan PB PMS, merosot ke urutan ketiga dengan koleksi dua medali emas, sedangkan tim Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta meraih sekeping emas. Artinya, pengumpulan medali emas klub-klub tersebut tidak berselisih mencolok. ”Hal itu menunjukkan kompetisi antarpemain cukup ketat. Cuma memang masih ada kekurangan, di Solo belum ada klub yang melakukan pembinaan hingga kelompok usia atas.

Biasanya terputus pada usia pemula atau remaja,” kata Anis. Beberapa klub sependapat jika kejurkot tersebut positif guna meningkatkan mental bertarung atletatletnya. Meski demikian, mereka membutuhkan ajang yang lebih besar sebagai kelanjutan menambah terbang para pebulutangkisnya.

”Yang diturunkan di kejurkot ini adalah para pemain lapis kedua kami. Atlet lapis pertama disiapkan untuk mengikuti sirkuit nasional, beberapa bulan mendatang,” kata salah seorang pelatih PB PMS, Darwanto.

Salah seorang pelatih PB Jaya Raya Solo, Sany Utami pun mengungkapkan rencana mengirim sejumlah atletnya ke sirkuit nasional. ”Mungkin sekitar enam pemain akan kami kirim ke sirkuit nasional Astek di Bandung nanti. Tapi kejurkot ini juga penting untuk mengetahui kemampuan anakanak bersaing di Solo.”(D11-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar