Jihan Terima Hadiah Umrah Bupati

Karanganyar Rencanakan Bangun Masjid Agung

SM/Joko Dwi Hastanto - SAMBUTAN : Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan sambutan saat Peringatan HUT Ke-29 IPHI. (21)
SM/Joko Dwi Hastanto - SAMBUTAN : Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan sambutan saat Peringatan HUT Ke-29 IPHI. (21)

NASIB baik diterima Jihan Septiningrum (12) siswi MTs Negeri Karanganyar kelas II. Dia menerima hadiah umrah yang diberikan Bupati Juliyatmono dan istri saat jalan sehat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Karanganyar, dalam rangka ulang tahun ke-29 IPHI di hlaman Masjid Agung Karanganyar, Minggu.

Setelah menyerahkan hadiah utama berupa satu buah kulkas pintu ganda kepada peserta jalan sehat, Bupati Juliyatmono tiba-tiba meminta mikrophon kepada pebawa acara. ”Untuk mahargya ultah IPHI, saya akan menyerahkan satu hadiah umrah pada peserta jalan sehat semua. Ini hadiah dari saya dan istri saya,” kata dia.

Setelah itu Bupati langsung mengundi hadiah umrah tersebut, dan keluarlah nama Jihan Septiningrum, siswi MTs tersebut, yang juga penghuni panti asuhan IPHI Karanganyar. Kontan gadis kecil yang tidak menyangka itu jingkrak-jingkrak kegirangan.

Tidak terasa airmata menetes saat melihat kegirangan bocah panti asuhan itu. Cita-cita yang diingini setiap muslim untuk melihat Baitullah itu kesampaian. Bupati sendiri merasa senang karena yang memenangi hadiah itu salah seorang anak panti.

Dia hanya meminta doa agar Karanganyar semakin sejahtera ke depannya, dan semakin baik semuanya di masa depan. Bupati mengatakan, Karanganyar terus membaik. Bukan saja karena guyub warganya, namun juga karena pembangunan sarana dan prasarana terus dikebut. Kehidupan warga juga semakin membaik.

Karena itu dia akan mewujudkan membangun masjid Agung seindah dan semegah masjid Nabawi mulai Juli nanti. ”Kalau Aceh terkenal dengan sebutan serambi Makkah, maka saya ingin Karanganyar menjadi serambinya Madinah, karena kehidupan warganya yang sejahtera dan kehidupan keagamaan yang baik dan rukun.”

Karena itu dia sudah merencanakan membangun Masjid Agung yang selama ini sudah makmur dengan kegiatan keagamaan, menjadi lebih makmur dan baik, dengan masjid yang indah. Butuh waktu paling tidak dua sampai tiga tahun untuk membangun masjid tersebut dengan dana Rp 101 miliar dari dana APBD.

Saat ini hampir tidak berhenti kegiatan masjid tersebut. Mulai dari pengajian shubuh di ahad pagi yang dihadiri sekitar 2.500 jamaah, ada pengajian bakda Ashar dari para syech dari Timur Tengah dengan 500 sampai 1.000 jamaah setiap bakda magrib, ada pengajian Sabtu bakda Shubuh dengan 1.500 jamaah, belum pengajian khusus wanita setiap Rabu pagi, ada pengajian insidental lainnya, ada shalat tarawih satu juz denbgan 1.000 jamaah setiap Ramadhan, dan lainnya.

Kegiatan

Masih ada 4 kelas TK binaan IPHI yang akan dipindahkan ke belakang gedung IPHI karena tidak mungkin siswa itu libur dalam jangka waktu lama, ada kantor Baznas dengan perolehan dana terbanyak di Jateng, dan membantu jambanisasi di Karanganyar, serta mendanai sedot jamban untuk masjid dan keluarga tidak mampu. ”Silahkan semua kegiatan berjalan biasa, nanti kita akan ikut memikirkan bagaimana caranya selama masjid dibangun itu tidak mengganggu jamaah.

Sebab memang sulit mengumpulkan lagi jamaah sebanyak itu ke masjid. Nanti kita pikirkan pengganti sementara masjid,” kata Juliyatmono Dalam kesempatan itu Bupati Juliyatmono minta desa segera mendata anak yang siap menjadi penghafal Alquran 30 juz, dan nantinya mereka akan dibiayai pemerintah sekolah di sekolah penghafal Alquran sekaligus bisa mendapatkan ijazah sekolah umum.

”Saya minta setiap desa minimal satu orang anak, yang hampir tamat SMP, yang paling tiudak sudah hafal satu atau dua juz, nanti dimasukkan pondok pesantren yang mendidik hafidz Alquran sekaligus sekolah umum,” kata dia. Dia mengatakan, anak itu akan dididik tiga tahun penuh agar jadi penghafal Alquran, kemudian kembali ke desanya untuk menjadi imam masjid.

Sehingga di setiap desa nanti ada imam masjid yang hafalan Alqurannya bagus, bacaannya bagus dan betul, dan masjid diyakini akan makmur. ”Selama ini saya prihatin karena masjid menjadi sepi, salah satunya karena imamnya sudah tua, bacaannya seenaknya, paling surat yang itu-itu saja, sehingga orang menjadi enggan ke masjid sebab malas shalat diimami orang yang itu-itu saja.”

Juliyatmono mengatakan, program ini memang diilhami agar mencetak kiai di seluruh desa di Karanganyar, sehingga setiap desa akan ada kiai yang hafal Alquran, muda, dan bersuara bagus, sehingga diharapkan akan menular ke anak muda yang lain di desa itu. ”Karena itu saya ingin nanti selesai pendidikan dia kembali lagi menjadi kiai di desanya, bukan selesai pendidikan kemudian lari dari desanya.

Sebab dari awal tujuannya membentuk kader di desa yang memiliki tinggi,” kata dia. Selain itu Juliyatmono ingin mencetak desa yang memiliki basis agama yang kuat, dimulai dari keberadaan anak muda yang hafidz Alquran itu, dan kemudian diikuti oleh warga yang lain.

Sebab ke depan dibutuhkan anak muda yang memiliki basis agama tinggi. Sehingga akan tercipta desa yang betulbetul makmur karena warganya tidak saja memiliki warga yang baik, taat pada negara, namun juga karena warganya hidup damai dilandasi pengetahuan agama yang benar dan dalam.

”Pokoknya pemerintah siap mendanai, mungkin akan bekerja sama dengan pondok pesantren yang memiliki sekolah hafidz sekali gus sekolah umum. Apalagi UNS juga menerima mahasiswa hafidz Alquran 30 juz tanpa tes sehingga peluang kuliah tinggi terbuka.

Semua yang hadir menyambut gembira rencana tersebut, sebab jika terwujud maka kehiduppan beragama di wilayah ini akan makin baik.” ”Tidak perlu risau, jika kehidupan beragama kita makin baik, maka meski brda pilihan kita akan tetap saling menghormati dan hidup rukun dan damai,” kata dia.(Joko Dwi Hastanto-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar