Mudik, KA Lintasi Pantura 9 Menit Sekali

SM/Maulana M Fahmi - NEKAT : Sejumlah pengendara sepeda motor nekat menerobos palang perlintasan KA di Jl Ronggowarsito Semarang, kemarin. Pelanggaran seperti ini memicu kerawanan kecelakaan di perlintasan. (55)
SM/Maulana M Fahmi - NEKAT : Sejumlah pengendara sepeda motor nekat menerobos palang perlintasan KA di Jl Ronggowarsito Semarang, kemarin. Pelanggaran seperti ini memicu kerawanan kecelakaan di perlintasan. (55)

BANDUNG- Pada masa angkutan mudik Lebaran mendatang, frekuensi perjalanan KA dipastikan bakal meningkat mengingat PT KAI mengoperasikan KAtambahan. Tak terkecuali lintasan Daerah Operasi (Daop) III Cirebon.

Sebagai jalur lewatan dari Jakarta, Bandung ke arah timur seperti Jateng, Jatim, dan DI Yogyakarta, frekuensi KA yang melintas di trek yang membentang sejak Tanjung Rasa hingga Brebes dan Stasiun Songgom cukup tinggi.

Dengan kondisi itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama saat melintas di perlintasan sebidang, yakni antara rel dan jalan raya. Jubir PT KAI Daop III Cirebon Kuswardoyo mengungkapkan, total ada 146 KA yang terdiri atas 94 KA penumpang dan 52 KA barang.

Saat Lebaran, Juni mendatang, ada delapan KA tambahan yang dioperasikan. ”Jadi selisih perjalanan antar-KA9 menit. Trennya, malam hari semakin ramai KAyang masuk Cirebon,” ungkapnya, Senin (25/3). Intensitas tinggi tersebut berimplikasi terhadap keberadaan perlintasan sebidang, yakni antara rel dan jalan raya.

Terlebih, pada masa Angkutan Lebaran, tak hanya KA, mobilitas masyarakat juga sama-sama tinggi.

Perlintasan Liar

Karena itu, sebagai antisipasi, PT KAI akan lebih intensif dalam sosialisasi, termasuk menutup perlintasan liar. ”Kita tutup bersama pemerintah daerah karena sebenarnya program ini tak harus menunggu masa angkutan Lebaran,” katanya.

Sebelumnya, sepanjang 2018, ada 41 perlintasan liar yang ditutup. Total jumlah perlintasan sebidang di Daop III 192 titik dengan rincian perlintasan resmi tersebar di 171 titik dan perlintasan tak resmi sebanyak 21 titik.

”Perlintasan liar itu menyebar antara Stasiun Cikampek-Tanjungrasa, Brebes, hingga Tegal,” sambil menyebut bahwa di wilayahnya sebagian perlintasan sudah tak lagi sebidang karena telah dibangun 8 flyover dan 17 underpass. (dwi-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar