Pernikahan Unik ala Godod Sutejo

Usung Mantenan sambil Pameran

SM/Sugiarto - BUKA PAMERAN : Prof Dr Windu Nuryanti didampingi pengantin membuka pameran lukisan di Pendhapa Art Space, Ring Road Selatan, Minggu (24/3) malam. (55)
SM/Sugiarto - BUKA PAMERAN : Prof Dr Windu Nuryanti didampingi pengantin membuka pameran lukisan di Pendhapa Art Space, Ring Road Selatan, Minggu (24/3) malam. (55)

Selalu saja ada hal unik yang ditampilkan seniman saat memiliki hajat. Salah satunya dilakukan Godod Sutejo beserta istri yang punya hajat menikahkan putrinya. Acara sakral itu dia padu dengan pameran lukisan dan tosan aji di Pendhapa Art Space, Jalan Ring Road Selatan, Tegal Krapyak, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Minggu (24/3).

MUNGKINini baru kali pertama di Indonesia. Pesta mantenan sekaligus dijadikan ajang pameran lukisan dan keris atau tosan aji. Para tamu undangan pun merasa tersanjung karena selain bisa bersi lahturahmi dengan kedua mempelai, mereka juga bisa menikmati keindahan lukisan dan keris yang dipajang di tempat acara.

Pameran lukisan dan keris bertajuk ”Rupa-Rupa Seni Njagong Manten Godod’s-Atik Mantu” tersebut diikuti 24 perupa dengan memajang lebih dari 70 lukisan.

Para seniman kondang turut dalam acara ini sebagai tanda turut mangayubagya atas pernikahan putri pertama seniman Godod Sutedjo-Atik. Sebut saja Agus Almasih, Arfial Arsad, Dewobroto, Edi Purwanto, Fatkur Rochman, Hajar Pamadhi, Harsono, Hono Lette, Ledek Sukadi, Njedit, Sumadi, Sabar Jambul, Sutopo, Skrem Karya, Teguh Suwarto, Valentino Febri, Djoko Sardjono, Hendro Purwoko, Totok Buchori, Nanang Wijaya, dan tentu saja tuan rumah juga memamerkan karyanya.

Yang lebih unik lagi, kedua mempelai, yakni As Truni Ahingani (Unik)-Nursetyo Priambodo Wartomo (Tyo), Godod, dan Atik turut menerima tamu di pintu masuk ruang resepsi. 17 Empu Pameran lukisan dan keris dibuka Prof Dr Windu Nuryanti didampingi kedua mempelai dan orang tua pengantin.

Tidak hanya undangan, pameran juga bisa dinikmati oleh masyarakat/ dibuka untuk umum pada 25-31 Maret. ”Kami sangat senang dan bangga bila para pecinta seni maupun kolektor mau menyaksikan pameran, terlebih sejumlah lukisan koleksi terakhir turut dipamerkan,” kata Godod.

Khusus pameran tosan aji, hadir 17 empu atau ahli pembuat keris yang memiliki filosofi mendalam, yakni pitulas (Jawa) yang bisa diartikan sebagai pitutur dan piwelas atau pitulungan kang welas. Intinya, suatu perhelatan yang diharapkan dapat menghadirkan pitutur, pitulungan maupun piwelas, terutama untuk pasangan pengantin Unik-Tyo sehingga bisa menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah. (Sugiarto-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar