PM Ardern Hadiri Shalat Jumat di Christchurch

SM/Antara : ”Rantai Manusia” Lindungi Muslim Selandia Baru : WARGA Selandia Baru membuat ”rantai manusia” untuk melindungi umat muslim yang Shalat Jumat di Kilbirnie, Wellington, Jumat (22/3). (55)
SM/Antara : ”Rantai Manusia” Lindungi Muslim Selandia Baru : WARGA Selandia Baru membuat ”rantai manusia” untuk melindungi umat muslim yang Shalat Jumat di Kilbirnie, Wellington, Jumat (22/3). (55)

CHRISTCHURCH - Pelaksanaan ibadah shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru, berjalan lancar sepekan setelah aksi penembakan terhadap dua masjid di kota itu. Shalat berjamaah digelar di Taman Hagley yang terletak di seberang Masjid An Noor, salah satu lokasi kejadian. Pelaksanaan shalat Jumat pertama pascainsiden teror tersebut disiarkan langsung secara nasional oleh sejumlah media setempat, termasuk saat suara azan dikumandangkan.

Perdana Menteri Jacinda Ardern juga hadir sebelum shalat dimulai untuk memberikan pidato singkat. Dia berkeliling lokasi penembakan sebelum memimpin hening cipta selama dua menit. ”Kami hadir di sini untuk turut bersimpati kepada saudara muslim. Ketika salah satu bagian tubuh kita terganggu, seluruh tubuh merasakan sakit. Kita adalah satu,” kata Ardern yang disambut gemuruh tepuk tangan. Sebelumnya, Ardern menerima ancaman pembunuhan lewat media sosial dan pihak kepolisian tengah menyelidiki ancaman yang disampaikan dalam sebuah pesan di Twitter. Cuitan yang menyertakan sebuah foto senjata api dan tulisan berbunyi ”Anda selanjutnya” tersebut dikirimkan kepada Ardern.

Khotbah Jumat

Untuk pelaksanaan shalat Jumat, Taman Hagley dipisah menjadi dua bagian. Yakni untuk jemaah lelaki dan perempuan. Beberapa jemaah juga tampak melakukan ibadah shalat dengan menggunakan kursi. Di sekeliling jemaah diberi pagar pembatas. Warga nonmuslim yang hadir menyaksikan shalat Jumat berkumpul di luar pagar. Azan kedua kembali berkumandang ketika imam mulai naik ke atas mimbar untuk memberikan khotbah.

Dalam khotbah Jumat, Imam Gamal Fouda menyampaikan pujian dan ucapan terima kasih kepada pemerintah Selandia Baru dan negara-negara sahabat, serta segenap warga yang turut bersimpati dan membantu para korban. ”Terima kasih untuk Anda sekalian yang telah membantu kami,” kata Fouda, sembari menambahkan aksi teror itu tidak bisa membuat persatuan warga Selandia Baru terkoyak.

Menurut dia, solidaritas yang ditunjukkan di negara itu dalam situasi musibah sangat baik. Sejumlah warga Selandia Baru sudah terlihat berdatangan ke Taman Hagley dan sejumlah polisi bersenjata lengkap berjaga di sekitar Masjid An Noor. Media sosial juga diramaikan dengan tagar gerakan #headscarffharmony. Tujuannya adalah untuk mengajak warga nonmuslim perempuan menunjukkan rasa simpati kepada warga muslim dengan mengenakan kerudung. (cnn-25)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar