Tanah Retak di Dusun Bangunsari

Tiga Penghuni Mengungsi

WONOGIRI - Tiga penghuni rumah di Dusun Bangunsari RT 1 RW 9, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, mengungsi, Kamis (21/3).

Pasalnya, rumah mereka terancam rusak karena tanah di bawah rumah retak dan bergeser. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, retakan tanah itu terjadi di bawah rumah milik Karinem, warga dusun setempat. "Awalnya hanya rekahan kecil. Tetapi karena tidak ada langkah penutupan dan penimbunan, rekahan semakin lebar," katanya, Jumat (22/3).

Retakan tanah semakin lebar karena air hujan mengalir masuk ke dalam rekahan tanah tersebut. Akibatnya timbul kejenuhan di dalam lapisan tanah. Kondisi itu berpotensi menyebabkan pergeseran tanah dan longsor. Petugas BPBD telah mengukur dan memeriksa retakan tanah. Panjang rekahan 32 meter dengan lebar sekitar 20-30 sentimeter. Adapun penurunan tanah rata-rata terjadi 20-25 sentimeter. Lokasi retakan tanah berada di daerah perbukitan dengan ketinggian 280 meter dari permukaan laut (dpl).

Evakuasi

Akibat retakan tanah, rumah milik Karinem mengalami kerusakan pada fondasi dan lantai. Selain itu, beberapa bidang temboknya juga retak dan bergeser. Sebuah rumah milik Sukino yang berada di bawah rumah milik Karinem juga terancam tanah longsor. Upaya penanganan sementara dilakukan dengan mengevakuasi tiga orang penghuni rumah terdampak.

Mereka diungsikan sementara ke rumah saudara terdekatnya. Rekahan tanah ditutup, sedangkan aliran air dialihkan menjauh dari rekahan untuk memperlambat laju pergerakan tanah. "Distribusi logistik telah dilakukan kepada korban terdampak dan kegiatan pencegahan bencana. Kami juga sudah melapor kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi di Bandung dan Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng untuk melaksanakan kajian teknis," katanya. (J11-51)


Berita Terkait
Loading...
Komentar