Perbaikan Jalan Nasional Mulai Dikebut

Sepanjang 7, 4 Kilometer

KLATEN-Perbaikan jalan nasional, Jalan Yogya-Solo di Kabupaten Klaten mulai dikebut. Beberapa pekerjaan mulai dilakukan di ruas jalur lintas selatan Jawa itu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Provinsi Jawa Tengah, Tisara Sita mengatakan, kegiatan yang sudah dilakukan PPK di beberapa titik itu masuk dalam kegiatan paket rehabilitasi mayor jalan. ‘’Panjangnya tahun ini ada 7,40 kilo meter,’’ungkapnya, Jumat (22/3).

Dikatakannya, paket kegiatan itu meliputi beberapa hal mulai dari pembangunan drainase sampai median jalan. Untuk pembangunan saluran tidak sepanjang jalan mulai dari ruas di Kecamatan Prambanan-Kartasura tetapi hanya spot tertentu. Salah satunya di titik Kecamatan Delanggu yang sudah dilaksanakan beberapa hari. Pekerjaan saluran itu dilakukan untuk mengantisipasi air hujan dan air limpasan dari sekitar jalan masuk ke badan jalan. Sebab apabila air masuk ke badan jalan, berisiko mempercepat kerusakan jalan.

Kegiatan pembuatan saluran itu kelanjutan dari tahuntahun sebelumnya. Selain pembuatan saluran, kegiatan penambalan lubang dan pemeliharaan tetap dilaksanakan. Pembuatan saluran akan menggunakan bahan cor u-dicth sehingga kuat.

Sedimen Tinggi

Dikatakan Tisara, Tim PPK membongkar saluran sebab mampet di titik Kota Kecamatan Prambanan. Tertutupnya saluran disebabkan sedimentasi di lokasi yang sudah tinggi. Kondisi itu diperparah dengan kebiasaan oknum warga dan pedagang yang membuang sampah sembarangan. Dampaknya sampah masuk saluran dan menghambat air.

Khusus untuk mengeruk sedimentasi di saluran, PPK akan menurunkan alat keruk kecil sehingga bisa cepat selesai. Namun PPK tetap meminta warga di sepanjang Jl Yogya-Solo untuk ikut menjaga dan merawat jalan dan saluran. Pengawas PT PD sebagai pelaksana, Werkudara mengatakan untuk saluran di ruas Desa Banaran, panjangnya sekitar 200 meter. Air akan dialirkan ke sungai terdekat sehingga saat hujan air tidak masuk ke jalan dan menggenang. Sebab jika itu terjadi, aspal jalan akan mudah rusak. Apalagi posisi jalan di lokasi menurun sehingga air mudah masuk ke tengah jalan. Diberitakan sebelumnya, hujan menyebabkan Jl Yogya-Solo di ruas Kecamatan Prambanan meluap. Sekolah, kantor dan toko terendam air setinggi 20 centi meter. (SM/ 19/3).

Camat Prambanan, Suhardi mengatakan kejadian rendaman air di wilayahnya sudah berulang kali. Saluran tidak lancar dan air meluap ke tepi jalan masuk ke kantor dan sekolah. Apalagi jika curah hujan tinggi bisa dipastikan rendaman air dari jalan terulang. (H34 - 65)


Berita Terkait
Loading...
Komentar