Dana Desa untuk Turunkan Angka Kemiskinan

KLATEN - Para kepala desa di Kabupaten Klaten diminta untuk bersama-sama Pemkab Klaten berjuang menurunkan angka kemiskinan. Kucuran dana desa dan alokasi dana desa (ADD) hendaknya digunakan untuk membiayai program-program bagi warga miskin sehingga nantinya akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan. ‘’Mari kita semua berupaya menurunkan angka kemiskinan di Klaten. Tahun 2017 lalu, angka kemiskinan Klaten sekitar 14 persen, tahun 2018 turun menjadi 12 persen. Tahun 2019 ini, diharapkan turun lagi menjadi 10 persen. Diharapkan nantinya tidak ada lagi warga miskin,’’ kata Bupati Klaten Sri Mulyani, Jumat (22/3).

Dia meminta agar sebagian dana desa dan ADD dipergunakan untuk membantu warga kurang mampu, seperti melalui program jambanisasi, rehab rumah tidak Layak Huni (RTLH) dan untuk membiayai program ekonomi produktif bagi masyarakat agar ke depan ekonominya semakin sejahtera dan mandiri.

Penegasan itu disampaikan Bupati pada acara ngopi Merapi bersama Bupati di rumah dinas Bupati Klaten Jalan Pemuda, Klaten Tengah, Jumat (22/3). Kegiatan itu dihadiri 47 kades hasil Pilkades gelombang I yang dilantik di Bukit Cinta, Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat dan 78 kades yang desanya akan menggelar Pilkades gelombang III pada September atau Oktober 2019 mendatang.

Situasi Kondusif

Acara dipandu Pelaksana Harian (Plh) Sekda Klaten yang juga Asisten I Sekda Klaten Ronny Roekmito. Tampak hadir Asisten II Purwanto AC, Asisten III Sri Winoto, staf ahli Bupati, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 26 camat se- Klaten.

Pada kesempatan itu, Bupati juga meminta agar para kades ambil bagian dalam menciptakan situasi kondusif menjelang pelaksanaan Pemilu legislatif serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI. Para kades harus menjaga kerukunan antar warganya meski mereka berbeda pilihan, agar keutuhan dan kebersamaan tetap terjaga. ‘’Saya harap, kades-kades bisa ikut berperan dalam menciptakan pesta demokrasi yang berjalan lancar dan kondusif.

Para camat†diharap menempati rumah dinasnya, agar dapat memantau situasi sebelum dan sesudah Pemilu dan Pilpres. Camat dan Muspika bersama-sama menyukseskan Pemilu,’’ujar Bupati.

Bupati juga mengingatkan kepada camat dan kades agar tidak perlu melakukan penyambutan mewah dalam kegiatan sambang warga. Cukup disajikan hidangan tradisional yang sederhana. ‘’Bupati tidak perlu disubyosubyo, cukup disambut sederhana saja. Tak perlu hidangan dari katering yang mewah, cukup makanan sederhana yang ada di desa saja, seperti tiwul,’’ katanya. (F5 - 65)


Berita Terkait
Loading...
Komentar