Kontribusi Keilmuan bagi Masyarakat Global

Berbagai persoalan di tengah masyarakat menanti campur tangan para cerdik cendekia. Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes) berkomitmen mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat global.

Hal itu sejalan dengan visi universitas yang berlokasi di Jalan Kelud Utara III, Semarang. Mereka ingin menjadi tempat pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga yang berwawasan konservasi dan bereputasi internasional.

Kontribusi menjadi salah satu peran penting civitas academica karena di kampus keilmuan terus diasah dan diuji kebenarannya. Direktur Pascasarjana Profesor Achmad Slamet mengatakan, pendidikan mesti dilihat sebagai proses mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kecerdasan tidak hanya terkait dengan pengetahuan, tapi juga bagaimana seseorang berperilaku dan berkarakter. Insan yang cerdas ialah siapapun yang bisa menjadi teladan bagi orang lain. Adapun karakter khas bangsa merupakan pembeda dengan bangsa-bangsa lain. Achmad Slamet lantas mengutip filosofi yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dalam kehidupan ada sejumlah cara yang bisa dilakukan, antara lain “ngerti, ngrasa, dan nglakoni”. Dalam tataran ngerti, seseorang mesti tahu persis mana yang benar.

Nglakoni berdasar apa yang dipahami dan menambahi atau berimprovisasi, yang dalam prinsip Ki Hadjar disebut nambahi. Proses mengerti, memahami, dan melakukan dalam konteks perguruan tinggi mesti dibingkai dalam koridor keilmuan.

Di sisi lain, menurut dia, pendidikan pada era disrupsi menuntut siapa pun untuk mempelajari halhal yang mungkin belum dianggap penting pada saat ini. “Tapi ke depan kita butuh apa, kita memahami apa, kita mesti berimprovisasi pada era yang melompat-lompat, yang menuntut kita untuk memahami sesuatu yang mungkin saat ini belum kita butuhkan,” ujarnya.

Iklim Akademik

Rektor Unnes Profesor Fathur Rokhman mengatakan, di bidang akademik, Unnes telah mencapai keunggulan yang signifikan. Selain akreditasi institusi A telah diraih pada 2016, jumlah program studi terakreditasi Ajuga terus bertambah. Iklim akademik semakin baik, ditandai dengan peningkatan produktivitas dosen dalam penelitian dan publikasi internasional. Adapun di bidang kemahasiswaan, prestasi di tingkat nasional dan internasional semakin banyak diraih.

Mobilitas internasional mahasiswa semakin tinggi. Bukan hanya di Asia, berbagai program pertukaran pelajar juga sampai ke benua lain untuk membekali mahasiswa memiliki wawasan internasional.

Untuk itu, sejumlah hal mesti disiapkan secara matang. Peningkatan sumber daya manusia, prestasi kemahasiswaan, penguatan kelembagaan, penelitian dan publikasi, serta inovasi. Pada 2019, Unnes menargetkan penambahan 10 profesor, 38 doktor baru, dan setidaknya 500 mahasiswa memiliki akses ke luar negeri melalui berbagai skema.

Selain itu, peningkatan prodi terakreditasi A, publikasi internasional terindeks Scopus hingga 750 judul, dan publikasi buku internasional. Unnes juga berkomitmen meningkatkan produk inovatif, baik berupa hak cipta maupun paten. Untuk mewujudkan hal ini, para dosen harus menyiapkan diri agar setiap penelitiannya dapat melahirkan produk inovatif. Orientasi penelitian adalah luaran yang berorientasi hak cipta dan paten. (54)

Penulis :
Hendra Setiawan
Foto :
Dok Humas Unnes
Penyunting :
Wahyu Wijayanto


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar