Menarget Menjadi Klaster Satu

Pascasarjana berkomitmen mendukung visi internasionalisasi sebagaimana bakal diwujudkan Universitas Negeri Semarang. Tahun ini, Unnes berupaya menjadi bagian dari klaster satu pemeringkatan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dan menuju status perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH).

Secara strategis, klaster satu akan memberikan dampak positif yang berimplikasi pada meningkatnya kepercayaan masyarakat. Saat ini, jumlah program studi di Pascarjana Unnes sebanyak 21 untuk program magister dan sembilan untuk program doktor. Sebanyak 10 di antara prodi tersebut telah terakreditasi A.

Menurut Direktur Pascasarjana Profesor Achmad Slamet, prodi lain terus mengejar akreditasi unggul dan beberapa di antaranya menunggu proses dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (BAN-PT).

Dikatakan, hal tersebut telah menjadi tugas dan tanggung jawab bagi setiap koordinator prodi. “Tugas utama koordinator prodi ialah meningkatkan dan mempertahankan akreditasinya menjadi unggul,” ujarnya.

Pelayanan Prima

Didukung oleh dosen berkualifikasi doktor sebanyak 279, Pascasarjana Unnes optimistis mampu memberikan pelayanan akademik secara prima. Hingga kini, semenjak ia menjadi direktur, program doktor telah menghasilkan sebanyak 277 lulusan. Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Profesor Totok Sumaryanto Florentinus mengatakan, tahun ini, Pascasarjana menargetkan artikel ilmiah yang terbit di jurnal internasional terindeks Scopus sebanyak 215 artikel.

Pascasarjana memiliki klinik manuskrip yang mengawal mahasiswa untuk menulis artikel dan dipublikasikan di jurnal bereputasi internasional yang berfaktor dampak. Mahasiswa juga mengikuti kursus dan pelatihan guna meningkatkan kemampuan menulis jurnal ilmiah.

Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan Profesor Tri Joko Raharjo menuturkan, salah satu misi lembaganya adalah menjalankan peran sebagai pasangan pemerintah. Khususnya pemerintah daerah, dalam memberikan bantuan konsultasi dan pelatihan dalam berbagai bidang secara konstruktif dan produktif. (54)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar