Sekolah dan Kantor Perbatasan Terendam

Dipicu Saluran Jalan Nasional

SM/ Achmad Hussain : HALAMAN SEKOLAH : Halaman SDN I Prambanan , Kecamatan Prambanan, Senin (18/3) terendam air sehingga aktivitas sekolah terganggu. (21)
SM/ Achmad Hussain : HALAMAN SEKOLAH : Halaman SDN I Prambanan , Kecamatan Prambanan, Senin (18/3) terendam air sehingga aktivitas sekolah terganggu. (21)

KLATEN- Beberapa sekolah dan kantor Kecamatan Prambanan terendam air akibat hujan deras. Air yang masuk ke kelas memaksa sekolah di wilayah perbatasan dengan DI Yogyakarta itu diliburkan.

Camat Prambanan, Suhardi mengatakan air yang merendam sekolah dan kantor itu berasal dari selokan di tepi jalan nasional Jl Yogya-Solo. ” Sebelumnya hujan turun deras beberapa jam sejak Minggu (17/3) sore,” katanya, Senin (18/3).

Dijelaskannya akibat hujan deras, air yang mestinya masuk selokan tidak bisa sebab selokan sudah penuh. Ditambah ada kemungkinan mampet di bawah saluran air meluap ke jalan dan sekolah.

Air bahkan masuk ke semua ruangan dan mengganggu aktivitas sekolah dan kantor kecamatan. Untuk kantor kecamatan dan kantor lain tidak sampai diliburkan. Namun sekolah diliburkan sebab air masih tinggi saat Senin (18/3) pagi. Kejadian rendaman luapan selokan itu bukan kali pertama. Kejadian semacam itu sudah beberapa tahun terakhir terulang. Air mudah meluap sebab jalan nasional ditinggikan sehingga air tidak bisa menyeberang ke sisi selatan jalan. Padahal saluran di utara di dekat sekolah dan kecamatan tidak mampu menampung. Kondisi itu sudah beberapa kali dilaporkan ke Pemprov Jateng untuk segera ditindaklanjuti. Bahkan beberapa kali sudah diajukan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi tetapi masih saja meluap.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Sri Nugroho membenarkan kejadian itu. Kegiatan belajar mengajar SDN I Prambanan diliburkan sebab terendam air. Namun sudah ada tindaklanjut dari Pemkab dengan mengirimkan mobil tangki penyedot air ke lokasi. Yarto, salah seorang warga mengatakan sekolah libur sebab terendam air akibat hujan pada Minggu sore. Selain hujan deras, saluran tidak bisa lancar. ” Mungkin mampet atau tidak mampu menampung air,” ungkapnya.

Setelah air meluap upaya menyedot air dengan tangki pompa sudah diupayakan sampai beberapa tangki tetapi air seperti tidak berkurang. Ketinggain air di halaman sekolah saat siswa datang masih 20 centimeter. Setelah disedot, air di ruangan surut tetapi di halaman masih menggenang.

Selain di Prambanan hujan deras sempat membuat air Sungai Dengkeng meningkat. Namun sampai pukul 22.00 hari Minggu (17/3) air tidak meluap dan masih satu meter di bawah tanggul. Di Bendung Talang tinggi muka air sampai diukur dari alat ukur hanya 130 centi meter dan di jembatan Paseban, Kecamatan Bayat ketinggain air mencapai tiga meter. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Sri Yuwana Haris mengatakan hujan diperkirakan masih sampai bulan April sehingga masyarakat diminta tetap waspada. Baik untuk ancaman banjir luapan maupun lisus yang menyertai hujan. (H34-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar