DUNIA MENGUTUK

Empat Teroris Penembakan Selandia Baru Ditangkap : Pelaku Didoktrin Supremasi Ras

SM/Antara, Reuters : EVAKUASI KORBAN: Tim medis mengevakuasi korban penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Pasukan bersenjata mengawal anggota masyarakat yang berada di sekitar lokasi ledakan.(24)
SM/Antara, Reuters : EVAKUASI KORBAN: Tim medis mengevakuasi korban penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Pasukan bersenjata mengawal anggota masyarakat yang berada di sekitar lokasi ledakan.(24)

JAKARTA- Dunia mengutuk keras teroris yang melakukan pembataian sadis tanpa perikemanusian terhadap jamaah shalat Jumat Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Center di Kota Chrischurt, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Dalam aksi teror tersebut, 41 orang tewas di Masjid Al-Noor, tujuh di Masjid Linwood, dan satu korban lainnya tewas di rumah sakit. Presiden Joko Widodo mengecam keras aksi teror tersebut setelah memperoleh laporan dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait peristiwa yang menewaskan 49 orang tersebut. ‘’Terlepas siapa pelakunya, kita sangat mengecam keras aksi ini. Pemerintah Indonesia, menyampaikan duka mendalam kepada korban dari aksi tersebut,’’kata Jokowi di sela-sela

kunjungannya di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, kemarin. Menurut dia, tim perlindungan WNI di Selandia Baru langsung menuju lokasi yang berjarak 440 km dari ibukota Wellington. Terlebih di kota tersebut terdapat 331 WNI, termasuk 134 mahasiswa. Presiden juga mengimbau seluruh WNI di Selandia Baru untuk selalu berhati-hati dan waspada setelah kejadian ini. Wapres Jusuf Kalla (JK) juga menegaskan pemerintah Indonesia mengutuk aksi teror ini. Dia meminta publik agar terus mendoakan, agar korban terluka dapat diselamatkan.

JK menilai hal tersebut adalah kegiatan yang terencana, karena para pelaku merekam aksi mereka di media sosial. Sejumlah pemimpin negara di dunia juga mengutuk teror tersebut dan berbelasungkawa terhadap korban penembakan. Bahkan Perdana Menteri Australia Scott Morrison melalui akun Twitter-nya, meminta warga negaranya mengibarkan bendera setengah tiang. ‘’Sebagai bentuk rasa hormat dan belasungkawa bagi seluruh korban yang terbunuh dalam serangan teroris di Selandia Baru, saya meminta agar bendera dikibarkan setengah tiang,’’ ucap Scott.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt juga turut mengeluarkan pernyataan duka. ‘’Doa dan pikiran bagi seluruh warga Selandia Baru menyusul berita mengerikan terkait aksi teror di Christchurch. Selandia Baru merupakan salah satu negara paling damai di dunia. Dengan rasa simpati yang dalam, Inggris berdiri bersama warga Selandia Baru,’’ kata Hunt.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, juga mengeluarkan pernyataan serupa. ‘’Saya sangat mengecam keras aksi teror terhadap Masjid Al Noor di Selandia Baru dan umat Muslim. Semoga Allah SWT memberi rahmat kepada seluruh korban tewas dan menyembuhkan segera korban yang terluka,’’ kata Erdogan.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menganggap penembakan itu sebagai aksi terorisme. Ardern mengatakan Selandia Baru telah memberlakukan status keamanan tertinggi guna merespons insiden ini. Kepolisian Selandia Baru juga telah menangkap empat tersangka. Ardern menuturkan keempat tersangka itu tak masuk dalam daftar hitam aparat keamanan. Salah satu tersangka Brenton Tarrant, berasal dari Kota Grafton di New South Wales, Australia.

Dia mengusung supremasi ras kulit putih atas ras lainnya, terutama kaum migran. Breton mengaku terinspirasi Anders Breivik, pelaku aksi teror di Norwegia pada 2011 silam. Tarrant menuliskan hal ini pada manifesto setebal 74 halaman yang dibagikan lewat sebuah tautan di akun Twitter yang kini telah dihapus. Tarrant menamai manifestonya “The Great Replacement”.

Pada manifesto itu, seperti diberitakan The Guardian, dia mengklaim sempat menghubungi Breivik dan Breivik memberikan “restu” untuk aksi teror Breivik adalah teroris Norwegia yang merencanakan penyerangan di Oslo pada 2011 silam. Dia meledakkan bom pada sebuah mobil van yang menewaskan delapan orang dan kemudian menyerang kamp pemuda yang berkaitan dengan Partai Buruh Norwedia di Pulau Utoya. Akibat rangkaian serangan Breivik, 77 orang tewas, dengan mayoritas korban masih remaja. Tarrant juga mengasosiasikan dirinya dengan Oswald Mosley, politikus Inggris yang menjadi pemimpin gerakan fasis di Inggris. Tarrant juga mengaku merencanakan penyerangan selama dua tahun terakhir. Dia memilih Selandia Baru karena ia mengirimkan pesan bahwa “tidak ada tempat aman di dunia ini.” Selain Tarrant, ada dua pria dan seorang wanita lainnya yang telah ditahan kepolisian Selandia Baru. Aksi teror ini juga diunggah di akun media sosial lain terkait penembakan tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, akun itu menyebarkan gambar yang menunjukkan pesan supremasi kulit putih dan merayakan kekerasan pada muslim dan kelompok minoritas. Rabu sebelumnya, akun Twitter @brentontarrant mencuitkan foto salah satu senjata yang kemudian digunakan dalam aksi penembakan masjid di Christchurch. Foto tersebut dibubuhi tulisan berhuruf putih berupa nama-nama orang yang pernah melakukan aksi teror. Nomor 14 juga tertulis di samping senjata itu, merujuk pada “empat belas huruf” yang merupakan mantra supremasi kulit putih.

Cuitan lain dari akun tersebut juga merujuk pada semakin menurunnya tingkat kesuburan kaum kulit putih, artikel-artikel tentang kelompok ekstrem kanan di berbagai negara dan juga cerita-cerita tentang kejahatan yang dilakukan oleh imigran ilegal. Akun Twitter itu memiliki 63 cuitan, 218 pengikut, dan baru dibuat pada bulan lalu. Seorang tersangka penembakan lainnya juga secara rutin terlibat dalam forum “/pol/ - Politically Incorrect” di 8chan, situs diskusi daring yang terkenal karena mengizinkan unggahan jenis apapun, termasuk ujaran kebencian. Pada Jumat, 01.30 waktu Selandia Baru, seorang pengguna tanpa nama mengatakan pada grup itu: “Saya akan melancarkan serangan pada para penyusup dan bahkan menyiarkan serangan itu lewat Facebook”. Beberapa pengguna merespons positif ucapan itu dengan menggunakan gambar Nazi dan meme.

Unggahan di forum itu juga mencantumkan tautan pada sebuah manifesto setebal 74 halaman yang menyatakan bahwa ia termotivasi oleh “genosida kulit putih”, sebuah ucapan kelompok penegak supremasi kulit putih yang biasa digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan kelompok minoritas dan imigran. Unggahan itu juga membagikan tautan sebuah laman Facebook pengguna bernama brenton.tarrant.9 yang menyiarkan secara langsung penembakan. Akun Twitter @brentontarrant kini telah dibekukan, tak lama setelah penembakan terjadi, demikian pula laman Facebook brenton.tarrant.9. ‘’Polisi memberi tahu kami soal sebuah video di Facebook setelah livestream berlangsung dan kami langsung menghapus baik akun Facebook maupun Instagram pelaku, termasuk juga videonya,’’ demikian ujar Facebook.

“Begitu kami menyadari (serangan) itu, kami juga menghapus komentar pujian atau dukungan untuk aksi kejahatan atau untuk pelaku.” Youtube, yang dimiliki Google, juga mencuitkan: “Kami berduka atas tragedi buruk di New Zealand.” Seorang perwakilan Twitter menyatakan bahwa perusahaan media sosial itu “sangat bersedih” atas aksi penembakan. ‘’Twitter memiliki proses menyeluruh serta tim yang berdedikasi untuk mengatur hal-hal pada situasi darurat seperti ini,” demikian ujar Twitter lewat surat elektronik. “Kami juga bekerja sama dengan penegak hukum untuk memfasilitasi penyelidikan mereka sebagaimana diperlukan.”

Sangat Sadis

Serangan di masjid tersebut ditayangkan langsung di Facebook, yang diperkirakan diambil menggunakan kamera yang diletakkan di kepala, dimulai pukul 01.40 waktu setempat. Pelaku memainkan lagu sembari menyetir ke arah masjid, termasuk mars anti-Muslim Serbia yang disebut “Remove Kebab”. Ketika ia tiba di distrik Hagley Park di kota Christchurch, para penyerang memarkir mobil dan kemudian membuka bagasi yang menunjukkan gambar beberapa senjata, amunisi, dan juga wadah bahan bakar. Mengambil dua senjata, yang duaduanya telah dibubuhi nama dan slogan, ia berjalan ke pintu masuk masjid dan mulai menembak dengan sangat sadis. Sementara itu, dua warga Indonesia (WNI) korban penembakan brutal di masjid di Selandia Baru masih dirawat di rumah sakit. Mereka merupakan ayah-anak Zulfimansyah dan Mohammad Rais. ‘’Besok saya ke Christchurch untuk melihat kondisinya,’’ ujar Duta Besar RI di Wellington, Tantowi Yahya, Jumat (15/3).

Diketahui, keduanya merupakan ayah dan anak yang sedang berada di Masjid Lindwood. Tantowi mengatakan KBRI akan segera ke Christchurch esok pagi, karena bandara masih ditutup. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pihaknya di Selandia Baru memantau dari dekat peristiwa penembakan masjid di Kota Christchurch. ‘’Indivasi yang kita kumpulkan. Indivasi awal, terdapat 6 warga negara Indonesia di masjid tersebut,” kata Retno.

KBRI juga sudah menerjunkan tim protokol konsuler. Sementara itu, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menygungkapkan, salah satu dosen UAD dan putra dosen selamat dari aksi terorisme si Selandia Baru. Keduanya, bukan ayah dan putra, saat kejadian berada di dalam masjid namun bisa menyelamatkan diri . Kepala Humas UAD, Ariadi Nugraha mengungkapkan, pihaknya belum bisa memberi keterangan lebih detail termasuk data dua orang tersebut karena masih terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait terutama Kementerian Luar Negeri RI. Sejauh ini dia memastikan kedua orang tersebut selamat meskipun belum bisa dihubungi secara langsung karena kendala teknis.

Dosen yang bersangkutan tengah menempuh studi S3 di Selandia Baru, sedangkan putra dosen UAD juga berada di sana. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan berduka cita atas wafatnya puluhan jamaah shalat Jumat di dua Masjid di Christchurch dan mengutuk terorisme yang dilakukan,’’ kata Sekretaris Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh, Jumat (15/3).

‘’Mengutuk keras aksi teror anti-Islam di Selandia Baru. Tindakan itu merupakan tindakan biadab yang bertentangan dengan perikemanusiaan. Ini adalah tragedi kemanusiaan terkeji di dunia yang mencederai kemuliaan manusia,’’ tegas Niam.

Tayangan livestream itu berakhir 20 menit kemudian. Tersangka kemudian ditangkap pukul 03.00 waktu setempat. Penembakan Jamaah Sholat Jumat di masjid di Kota Chrischurt New Zaeland menunjukkan bahwa fanatisme dan radikalisme menjadi fenomena global yang mesti terus menerus diwaspadai. Dari kasus itu tahu bahwa fanatisme dan radikalisme tidak melulu karena urusan agama. “Tapi juga sikap nasionalisme yang berlebihan sehingga merasa mereka yang asing adalah ancaman,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-KH Maíruf Amin Abdul Kadir Karding.

Dia menambahkan, kasus di Christchurh menjadi alarm sekaligus pekerjaan rumah bagi semua pihak dalam menyelesaikan masalah radikalisme dan fanatisme, di antaranya dengan mengakhiri segala bentuk intoleransi dan persekusi terhadap sesama anak bangsa. ‘’Bangulah solidaritas bahwa negeri ini milik kita bersama,’’ kata Karding. Mantan Sekjen PKB ini berharap, Polri, BIN, BNPT, dan lembaga terkait yang menangangani kasus terorisme mawas diri terhadap potensi serangan teroris di Indonesia. Begitu pula dengan Kemenlu dan Kedubes RI memberikan imbauan dan langkah yang cepat dan terukur terkait potensi ancaman teror kepada para WNI selaku imigran di luar negeri. “Ini penting lantaran sentimen antiimigran sedang menguat di beberapa negara,” kata anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini. (F4,J13, K4,D19,dtc, cnn ind, ant-41)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar