SBY Enggan Tanggapi Agum

Polemik soal Dukungan kepada Prabowo

JAKARTA-Ketua Umum DPPPartai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono enggan menanggapi pernyataan Agum Gumelar terkait dukungan Partai Demokrat kepada calon presiden Prabowo Subianto.

Agum mempertanyakan konsistensi SBYlantaran dulu pernah menjadi anggota Dewan Kehormatan Perwira yang memberhentikan Prabowo dari dinas kemiliteran terkait penculikan sejumlah aktivis pada 1998. SBY enggan memberikan tanggapan lantaran ingin menjaga kondusivitas politik nasional. ‘’Teman-teman, tentu saja saya sangat bisa menjawab dan melawan ‘pembunuhan karakter’dari Pak Agum Gumelar terhadap saya. Tetapi tidak perlu saya lakukan, karena saya pikir tidak tepat dan tidak bijaksana,” ujarnya melalui surat yang ditujukan pada seluruh kader Demokrat, Jumat (15/3).

Lebih Keras

SBY mengaku malu jika harus bertengkar di depan publik. Apalagi, situasi politik nasional saat ini makin panas. Sebab, menurut dia, polarisasi dalam Pilpres 2019 dinilai lebih keras dan ekstrem, ditambah jarak antaridentitas dan kelompok politik yang makin menganga. “Bagai jerami kering di tengah musim kemarau yang ekstrem dan panjang. Yang diperlukan bukanlah api, tetapi sesuatu yang meneduhkan dan menyejukkan. Terus terang saya khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan di negeri ini, kalau kita semua, utamanya para pemimpin dan elite tidak pandai dan tidak arif dalam mengelolanya,” ungkap SBY.

Presiden keenam RI ini juga menilai, meskipun saat ini Agum menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo, tapi pernyataan Agum tersebut bukan atas permintaan Presiden. Pasalnya, SBY menjamin hubungannya dengan Jokowi sangat baik. “Secara sosial dan politik, sikap kami ini tentunya baik agar situasi nasional tetap teduh. Secara moral pun memang harus demikian,” imbuhnya.

Sebelumnya, dalam video yang beredar di media sosial, Agum Gumelar membeberkan pemecatan Prabowo dari militer.

Dalam video itu, Agum yang pernah menjabat Danjen Kopassus dan Pangdam Wirabuana mempertanyakan sikap SBY yang mendukung Prabowo. Padahal saat aktif di militer, SBY (dan juga Agum) ikut menandatangani pemecatan Prabowo dari TNI. (J22-19)


Berita Terkait
Loading...
Komentar