Koridor Jensud Diperbaiki, Arus Kendaraan Dialihkan

SM/Yoma Times Suryadi : DIPARKIR : Ekskavator diparkir di tengah Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (15/3). Pemkot Surakarta mengalihkan arus kendaraan di ruas jalan tersebut, seiring dimulainya perbaikan kerusakan di sisi timur koridor.(21)
SM/Yoma Times Suryadi : DIPARKIR : Ekskavator diparkir di tengah Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (15/3). Pemkot Surakarta mengalihkan arus kendaraan di ruas jalan tersebut, seiring dimulainya perbaikan kerusakan di sisi timur koridor.(21)

SOLO - Pemkot Surakarta memutuskan untuk mengalihkan arus kendaraan yang melintas di sisi timur Jalan Jenderal Sudirman, untuk mendukung perbaikan koridor setempat.

Pengalihan arus ini berlangsung mulai Jumat (15/3) hingga sebulan ke depan.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Mudo Prayitno menerangkan, pengalihan arus kendaraan itu berlaku bagi pengendara yang melintas dari Jalan Urip Sumoharjo menuju Jalan Jenderal Sudirman.

”Mulai Jembatan Pasar Gede, arus lalu lintas akan ditutup. Jalur kendaraan dibelokkan ke Jalan RE Martadinata- Perempatan Ketandan-Jalan Mayor Kusmanto-Jalan Jenderal Sudirman,” kata dia.

Manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) ini terpaksa dilakukan Pemkot, lantaran kontraktor pelaksana proyek penataan Koridor Jenderal Sudirman tahap pertama siap memperbaiki kerusakan badan jalan di sisi timur. ”Pengalihan arus ini disesuaikan dengan kebutuhan kontraktor. Rencananya berlangsung selama sebulan.” Khusus akses kendaraan dari Jalan Arifin menuju Jalan Jenderal Sudirman, Pemkot tidak mengalihkannya ke ruas jalan lain. ”Namun jalurnya kami geser ke bagian tengah koridor. Ini dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di Ketandan serta kawasan Loji Wetan,” jelas Mudo.

Putar Balik

Tidak ada pembatasan kendaraan yang diizinkan melintasi Jalan Jenderal Sudirman, selama masa pemeliharaan tersebut. Namun pengendara bus besar, seperti bus pariwisata, disarankan memilih Jalan RE Martadinata dan Jalan Mayor Kusmanto untuk berputar balik dari arah selatan menuju utara. ”Kalau kendaraan kecil masih bisa berputar balik di bundaran Tugu Pemandengan,” terangnya.

Pengalihan arus tersebut juga berdampak terhadap rute bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 1. Mudo menyebut, rute bus itu direvisi untuk sementara waktu sesuai jalur kendaraan lainnya. ”Perbaikan akan dimaksimalkan di sekitar Jembatan Pasar Gede, yang kondisinya terbilang rusak parah. Beberapa batu andesit yang lepas akan diganti baru,” tutur perwakilan kontraktor pelaksana proyek, Toni Agus.

Adapun perbaikan di sisi barat koridor telah diselesaikan kontraktor beberapa waktu lalu. ”Kami usahakan dalam waktu sebulan bisa selesai,” tandas dia. (H73-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar