FIQIH WANITA

Perlindungan bagi Perempuan yang Ditalak

SM/Dok
SM/Dok

GAMBARAN kehidupan yang bahagia, terbayang dalam angan-angan setiap orang yang menikah. Namun kenyataannya, tidak semua orang mendapatkan mimpi tersebut. Kehidupan rumah tangga, bagi sebagian orang seperti berjalan di hutan rimba yang tidak diketahui arahnya. Data Badan Peradilan Agama, angka perceraian di Indonesia meningkat dari waktu kewaktu. Tahun 2017, 357.000 pasangan bercerai. Perceraian tak hanya berdampak bagi orang tua, namun juga anak.

Pada umumnya setelah bercerai, seorang perempuan keluar dari rumah mantan suaminya. Bagi yang masih memiliki tempat tinggal lain, seperti rumah orang tua atau saudara, mereka bisa pindah ke rumah tersebut.

Bagaimana yang tidak punya tempat untuk dituju? Persoalan tempat tinggal setelah perceraian, sering menimbulkan masalah baru bagi anak. Anak bingung harus memilih antara ikut ayah atau ibu. Goncangan jiwa akibat perceraian, tidak hanya dirasakan oleh suami dan istri yang berpisah, tetapi juga oleh anak.

Meskipun tidak semua anak yang orang tuanya bercerai, kemudian terganggu perkembangan perilakunya. Namun sebagian anak-anak yang bermasalah kehidupan sosialnya, disebabkan perceraian orang tuanya.

Anak-anak itu kehilangan tempat tinggal yang dapat memberikan ketenangan dan kasih sayang. Perpisahan orang tua juga bisa menimbulkan terpecahnya jiwa anak, karena dihadapkan pada pilihan untuk berpihak pada ayah atau ibunya.

Nilai Agama

Anak-anak yang bingung memilih mengikuti salah satu dari orang tuanya, ada yang memilih lari dari keluarganya dan hidup di jalan yang dirasakan lebih bebas. Dengan kehidupan bebas, anak semakin jauh dari nilai-nilai agama, karena tidak ada yang membimbing ke jalan yang benar. Maka tinggal bersama orang tua, merupakan pilihan yang terbaik bagi anak agar mendapat ketenangan dan bimbingan.

Demikian pentingnya tempat tinggal bagi keluarga, maka Allah mewajibkan bagi suami yang menalak istrinya untuk memberikan tempat tinggal bagi istri yang ditalaknya, agar mereka tidak terlantar. Mantan suami juga berkewajiban memberikan makan dan biaya pendidikan maupun kesehatan bagi anaknya sesuai kemampuan. (QS At Thalaq 6-7).

Anak adalah amanah yang dititipkan Allah kepada pasangan suami istri, untuk dibimbing menjadi hamba Allah yang saleh/salehah. Maka dalam situasi apapun, orang tua harus bekerja sama melaksanakan tugas tersebut.

Pada umumnya, suami dan istri yang akan bercerai sudah diberitahu hak dan kewajiban oleh hakim Pengadilan Agama. Namun dalam realitasnya, sebagian suami ada yang melupakan kewajibannya kepada anak dan istri yang ditalaknya. Akibatnya timbul masalah yang menyebabkan anak terlantar. (Sri Suhandjati, Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga MUI Jateng-54)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar