Nasib Guru dan Tenaga Kesehatan Tak Jelas

95 Orang Ikut Seleksi I

KLATEN- Nasib guru dan tenaga kesehatan honorer di Kabupaten Klaten belum jelas menyusul digelarnya seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tahap I. Sebab seleksi awal itu hanya khusus untuk penyuluh pertanian.

Ketua Forum Tenaga Honorer K2 Kabupaten Klaten, Hasanudin mengatakan nasib honorer K2 belum jelas masih menunggu kelanjutan informasi dari pusat. ”Kami kecewa tetapi apa mau dikata kami menerima sebab itu kewenangan pemerintah,” katanya, Kamis (14/3).

Dikatakannya, seleksi PPPK di Kabupaten Klaten tahap I sudah dilaksanakan tanggal 23 Februari lalu. Atas pelaksanaan seleksi tertulis itu, forum sudah meminta penjelasan ke Pemkab.

Hasilnya seleksi tahap I hanya diperuntukkan bagi tenaga penyuluh pertanian. Sedangkan PPPK untuk guru dan tenaga kesehatan belum ada. Forum tidak bisa berbuat banyak meskipun anggotanya paling banyak adalah guru dan tenaga kesehatan. Dari hampir 2.000 orang anggota forum didominasi tenaga pengajar tetapi malah tidak ada seleksi. Namun karena semua kebijakan pemerintah pusat, forum K2 tidak bisa berbuat banyak dan memahami. Apalagi yang mengalami nasib serupa tidak hanya di Klaten. Di dua wilayah Jateng lainnya seleksi guru dan tenaga kesehatan juga belum dilaksanakan.

Tunggu BKN

Menurut koordinator honorer K2 yang lolos seleksi 2014, Bayu Nur Cahyanto dia bersama 296 orang honorer masih menunggu nasib. Dia dan rekan-rekannya tidak terlalu berharap pada PPPK sebab 296 orang itu sudah dinyatakan lolos seleksi tetapi masih belum diangkat karena persoalan tidak jelas. ”Kami hanya menunggu BKN, sebab mendaftar PPPK juga tidak bisa,” ungkapnya.

Honorer K2 tidak bisa mendaftar sebab namanya sudah dinyatakan lolos seleksi. Dengan begitu saat mendaftar melalui web ke BKN tidak akan bisa. Padahal sampai kini nasibnya pun belum jelas.

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten, Slamet mengatakan seleksi tanggal 23 Fabruari itu hanya khusus formasi penyuluh pertanian. Untuk guru dan tenaga kesehatan, belum ada informasi lanjutan. Pemkab hanya menunggu sebab kewenangan PPPK ada di pusat. ” Dari peserta sebanyak 96 orang yang ikut hanya 95 orang sebab satu orang tidak hadir,” jelasnya.

Setelah seleksi itu, peserta hanya tinggal menunggu pengumuman yang juga belum pasti kapan diumumkan. Salah seorang peserta seleksi PPPK tahap I, Hudi Kiryono mengatakan seleksi dilakukan Hari Minggu di SMKN 2 Klaten. Seleksi dilaksanakan dua jam sejak pukul 10.00-12.00. Namun peserta sudah datang sejak pagi.

Dia berharap semua PPLpertanian yang ada di Kabupaten Klaten diterima menjadi PPPK sehingga kesejahteraanya akan meningkat. (H34-21)

 


Berita Terkait
Loading...
Komentar