Tak Berkaitan dengan Kasus Semarang

Pembakaran Kendaraan di Temanggung

TEMANGGUNG - Polisi memastikan dua kasus pembakaran kendaraan di Temanggung tidak memiliki keterkaitan dengan sejumlah kasus pembakaran kendaraan di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Dua kasus yang saat ini telah dibongkar Polres Temanggung bersama Tim Jatanras Polda Jateng, merupakan kasus pidana bermotif sakit hati. Kapolres Temanggung AKBPWiyono Eko Prasetyo mengungkapkan, seperti pada kasus pembakaran dua sepeda motor milik Sungkono (54), Dusun Kalisalam RT 2 RW 5, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, polisi menangkap dua pelaku pembakaran, sekaligus dalang di balik kasus tersebut. "Dua pelaku sekaligus yang menyuruh melakukan pembakaran di wilayah Ketitang sudah diamankan," ungkapnya. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polda Jawa Tengah.

Proses yang dilakukan masih penyidikan, nantinya berkas perkara akan segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan atau jaksa pengacara umum (JPU).

12 Tahun Penjara

Kasus kedua di Dusun Banguntapan, Desa Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, menimpa Surahman (43). Sebuah unit mobil L300 miliknya berwarna hitam AA-1909-ZY terbakar. Pelaku juga telah ditangkap polisi di rumahnya, Selasa (12/3), sekitar pukul 17.15. Berdasarkan hasil penyidikan, motif pada dua kasus pembakaran kendaraan hampir sama.

Pelaku merasa sakit hati pada korban sehingga melampiaskan kekesalannya dengan membakar kendaraan. “Setelah kami dalami, cek silang, tidak ada kaitan dengan kejadian pembakaran kendaraan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, baik Semarang maupun Kendal,” beber Kapolres. Para pelaku diancam hukuman selama-lamanya 12 tahun penjara. Sementara Yudha Setiawan (29), warga Dusun Kwadungan pelaku pembakaran mobil L300 mengaku sakit hati dengan korban Surahman (43). Karena gudang milik Harjo yang dikelola olehnya tiba-tiba saja dikontrakkan kepada orang yang mengaku mendapat informasi dari Surahman.(mar-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar