Kabupaten Karanganyar Bina Potensi Olahraga

SM/dok : LOMBA PANAHAN : Ketua DPRD Karanganyar Sumanto memanah saat pembukaan lomba panahan di GOR RM Said, baru-baru ini. (51)
SM/dok : LOMBA PANAHAN : Ketua DPRD Karanganyar Sumanto memanah saat pembukaan lomba panahan di GOR RM Said, baru-baru ini. (51)

DI Kabupaten Karanganyar, bersamaan dengan HUT Ke-68 DPRD Karanganyar, digelar bermacam- macam lomba olahraga, seperti panahan, lomba lari 10 km, 100 meter, 400 meter, lempar lembing, dan lempar cakram.

Digelar pula lomba renang yang akhirnya justru jadi kalender tetap PRSI Jateng. Lalu ada lomba keroncong dan lomba solo vokal. Gongnya pada 9 Maret lalu dengan tampilnya ketoprak Kirun dan kawan-kawan di halaman Gedung DPRD. Bukan tanpa alasan jika serangkaian acara olahraga dan seni itu digelar meramaikan hari lahir DPRD Karanganyar pada 24 Januari itu. Sejak merosotnya prestasi olahraga Karanganyar di gelanggang Pekan Olahraga tingkat Provinsi Jateng yang diikuti 35 daerah di Jateng, Karanganyar yang pada 2014 menduduki ranking ke-14, justru merosot di ranking ke-29. ”Kami sangat prihatin sebagai wakil rakyat, karena artinya apa yang kita harapkan bersama tidak bisa terlaksana. Kesalahan tentu tidak bisa ditimpakan pada KONI semata, sebab tentu rangkaian kesalahan ada pada kita semua, ya insan olahraga dan juga pembina, dan tentu wakil rakyatnya,” kata Sumanto, ketua DPRD Karanganyar.

Karena itu, DPRD Karanganyar mengisi hari jadinya dengan kegiatan yang bisa untuk pembinaan olahraga, yang bisa dijadikan sarana untuk menjadi try out, menguji kekuatan dan keterampilan diri dalam berlatih, dan juga menemukan bakat untuk kemudian ditempa dan dipersiapkan menghadapi Porprov yang akan datang. Maka digelarlah serangkaian lomba olahraga yang bisa diharapkan mendulang emas pada saat Porprov nanti.

Olahraga perorangan yang bobot medalinya justru sama dengan kegiatan olahraga kelompok. Renang kelompok umur, misalnya. Dari kelompok umur SD sampai SMP, SLTA, serta kelompok umum, serta berbagai gaya renang, mulai gaya bebas, gaya dada, gaya kupukupu, serta lainnya. Kemudian lari 100 meter, lari 400 meter, lari 10 kilometer, yang semuanya lomba perorangan dengan perolehan medali satu orang satu medali.

Kemudian lempar lembing, lempar cakram, ada panahan kelas nasional 30 meter, dengan peserta mulai SD kelas III dan IV, V dan VI, SMP, SLTA, dan umum. ”Itu semua olahraga perorangan yang tentu sangat menentukan pada saat Porprov nantinya, untuk menentukan peringkat daerah, serta ukuran keberhasilan daerah dalam melakukan pembinaan olahraga,” kata Sumanto.

Di dalam lomba tersebut, setiap atlet akan bisa mengukur seberapa majunya dia dalam olahraga tersebut. Sebab dia akan mendapatkan lawan yang tentu tidak mau kalah dalam meraih prestasi. Seberapa dia sudah menempa diri, seberapa pelatih sudah membina, hasilnya bisa dilihat dalam lomba tersebut.

Walhasil lomba itu menjadi semacam uji coba untuk melihat seberapa maju dia membina dan mempersiapkan atlet. ”Tentu kita bisa mengatakan sudah maksimal melakukan pembinaan olahraga. Namun kenyataannya melempem saat diadu dengan atlet daerah lain yang ikut ambil bagian dalam lomba tersebut. Itu artinya pembinaan kita baru bisa terukur,” kata Bupati Juliyatmono.

Karena itu lomba menjadi ajang untuk mengukur sampai seberapa kemajuan sudah diraih. Dan mestinya setiap instansi melakukan hal yang sama saat memperingati hari lahirnya, sehingga semakin banyak acara yang dipakai uji coba akan semakin baik.

Semakin banyak atlet beruji coba semakin bagus, karena kekuatan dirinya akan terlihat apakah sudah cukup atau masih perlu polesan lagi. Lomba renang, misalnya. Ada 645 atlet aneka kelas yang ambil bagian, bahkan datang dari seluruh Jateng dan malah datang dari Pontianak, Kalbar, khusus untuk mengikuti lomba sehingga sekalian melihat kekuatan atlet lain provinsi.

Tolok Ukur

”Itu semua akan bisa menjadi tolok ukur dari tingkat kemajuan pembinaan kita, mana yang harus diperbaiki, dan mana yang masih perlu dipoles lagi, sehingga penampilan atlet kita semakin baik dan mencapai puncaknya saat di ajang sesungguhnya,” kata Juliyatmono. Satu hal yang ditekankan Bupati, bahwa saat ini olahraga sudah menjadi industri yang melibatkan semua pihak, untuk menggerakkan ekonomi, sehingga sudah seharusnya dibuat semenarik dan seheboh mungkin, sehingga semua yang terlibat akan memetik keuntungan.

Bukan saja atlet, namun juga masyarakat berbagai elemen yang ikut di dalamnya. Adanya olahraga akan menjadi sumber pendapatan bagi penginapan, restoran, cenderamata, transportasi, dan lainnya karena keberadaan olahraga tersebut. Tentu semua itu berbanding lurus dengan prestasi yang dihasilkan, sehingga olahraga menjadi menarik.

Karena itu, tidak salah bila DPRD Karanganyar memilih menggelar berbagai lomba olahraga untuk menaikkan prestasi olahraga di daerah dan pada gilirannya dampak dari prestasi olahraga akan dirasakan manfaatnya oleh semua. (Joko Dwi Hastanto-51)


Berita Terkait
Loading...
Komentar