Jejak Candi Besar Mataram Ditemukan

Di Tepi Sungai Woro

KLATEN - Jejak bangunan candi berukuran besar yang diperkirakan peninggalan Mataram Kuno ditemukan lagi di wilayah Kabupaten Klaten. Jejak itu ditemukan di Dusun Krapyak, Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan.

Setyo Purwanto (45), warga Dusun Krapyak mengatakan, jejak candi sudah sejak tahun 2000 ditemukan bertahap. ”Dulu awalnya saya dan pemuda iseng menggali tanah, tetapi malah menemukan batu candi,” katanya, Selasa (12/3).

Semula ditemukan hanya batu relief dan potongan bagian candi, tetapi dari waktu ke waktu temuan semakin banyak. Temuan batu candi itu tersebar di pekarangannya maupun pekarangan lain milik tetangga. Bahkan, di makam dan dekat masjid ditemukan dor pel pintu candi berukuran sekitar 118 sentimeter x 60 senti meter dan batu bertakik. Dua arca yang berbentuk patung Dewa Wisnu dalam posisi duduk menyusul ditemukan di selatan makam. Satu ukuran besar utuh setinggi satu meter dan satu hanya tinggal setengah ukuran kecil.

Di pekarangan warga ke timur 400 meter dari rumahnya pernah ditemukan arca Ganesha, tetapi dikubur lagi. Atas temuan itu, warga langsung melapor ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPBC) Jawa Tengah.

Laporan sudah dua kali, tetapi hanya dicek dan belum ada tindak lanjut. Akhir-akhir ini temuan semakin banyak. Setelah dicermati, pagar pekarangan warga yang panjangnya puluhan meter itu, ternyata dibangun dari batu bekas candi. Ada kemuncak, relief, maupun batu pagar candi. Reliefnya masih bisa dilihat, asal lumut yang menempel dibersihkan.

Tepi Sungai

Belum lama ini, lanjut Purwanto, warga menemukan perhiasan berupa cincin, kalung, dan mirip lampu di tepi Sungai Woro barat desa. Karena ketidaktahuan warga, benda-benda itu ada yang dijual ke tukang rosok atau peminat. Jejak candi lainnya ada di pekarangan Sadiman, di selatan makam. Ditemukan dua makara candi, tetapi bukan relief binatang. Ukuran makara, penghiasan pintu masuk candi cukup besar dan masih utuh. ”Karena saya peduli, baberapa saya kumpulkan,” ungkap tokoh pemuda Dusun Krapyak itu.

Selaku warga dia berharap pemerintah segera turun tangan agar jejak sejarah itu tidak hilang. Sebelumnya diberitakan, ditemukan dua titik jejak candi Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen dan Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum. Bahkan di Desa Ngrundul ditemukan prasasti Mataram Kuno. (SM/28/2).

Kepala Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Sarono mengatakan selain banyak temuan artefak dan arca, di dekatnya ada sungai. Sungai itu bukan untuk pengairan, tetapi bekas taman atau pemandian. Benda-benda tersebut ditemukan satu setengah meter di kedalaman tanah. Melihat struktur tanah berupa pasir halus, kemungkinan karena tertimbun letusan Gunung Merapi. Sebab, alur Sungai Woro di barat desa yang ditemukan bendabenda itu berhulu ke Gunung Merapi.

Kepala Unit Candi Sewu, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Deny Wahju Hidajat mengatakan, sudah mendapatkan laporan temuan itu. Tim dalam waktu dekat akan ke lokasi. (H34-27)


Loading...
Komentar