Rumah Warga Miskin Ditandai

Pendataan Penerima Bansos

SM/Fista Novianti : DITANDAI STIKER: Petugas menempelkan stiker di rumah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (Bansos) di Mangunharjo, Tembalang, baru-baru ini. (22)
SM/Fista Novianti : DITANDAI STIKER: Petugas menempelkan stiker di rumah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (Bansos) di Mangunharjo, Tembalang, baru-baru ini. (22)

SEMARANG- Rumah warga yang dianggap miskin di Kota Semarang ditandai dengan penempelan stiker di depan rumahnya.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Semarang, Prima Sari menuturkan, penempelan stiker ini untuk memberikan tanda bahwa mereka selama ini memperoleh bantuan sosial (bansos) dari pemerintah melalui Kementerian Sosial.

Bantuan sosial ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang. Pada 2018, Pemkot Semarang melalui Dinas Sosial telah menempelkan stiker di depan rumah warga yang dianggap kurang mampu di lima kecamatan. Kelimanya adalah Kecamatan Pedurungan, Gayamsari, Gajahmungkur, Semarang Barat dan Tugu. Dengan perincian, Kecamatan Gajahmungkur sebanyak 1.066 keluarga, Gayamsari 2.547 keluarga, Pedurungan 3.040 keluarga, Semarang Tengah 3.421 keluarga, dan Tugu 7.034 keluarga. Total stiker yang ditempelkan pada 2018 sebanyak 10.888 buah. ”Untuk tahun ini jumlahnya belum diketahui karena masih dalam pendataan. Rencananya akan menyebar di lima kecamatan lainnya.

Misalkan di Semarang Utara, Banyumanik dan lainnya yang masih banyak warga yang belum mampu,” tuturnya di kantornya di Balai Kota Jalan Pemuda, Selasa (5/3).

Penempelan stiker ini, kata dia, memudahkan Dinsos untuk melakukan pendataan apakah mereka sudah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah atau belum. Dengan penempelan stiker ini pendataan akan lebih mudah. Dalam stiker tersebut bertuliskan, ”Kami adalah keluarga penerima manfaat (KPM) yang berdaya dan siap untuk mandiri”.

Jenis Bantuan

Stiker ditempel di depan rumah penerima bantuan sosial. Adapun jenis bantuan yang telah disalurkan kepada penerima manfaat yaitu secara bantuan nontunai menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Bantuan itu berupa bantuan pangan non tunai (BPNT) yang diberikan secara bulanan Rp 110 ribu setiap tanggal 25. Selain itu, program keluarga harapan (PKH), yakni bantuan sosial dari pemerintah berupa kehadiran di fasilitas pendidikan untuk anak usia sekolah.

Selain itu, fasilitas pendidikan untuk balita dan bantuan bagi ibu hamil, serta fasilitas kesejahteraan sosial untuk lansia dan disabilitas yang diberikan empat tahun sekali. Untuk, ibu hamil dan balita sebesar Rp 2,4 juta, siswa SD Rp 900 ribu, siswa SMP Rp 1,5 juta, SMA Rp 2 juta, lansia Rp 2,4 juta dan disabilitas Rp 2,4 juta. Bantuan diberikan setahun empat kali. Ke depan, petugas Dinas Sosial berupaya untuk melakukan verifikasi dan validasi basis data terpadu setiap dua tahun sekali pada Januari dan Juni. Hal itu terkait pendataan warga miskin yang ditempeli stiker dan mendapatkan bantuan sosial.

Kepala Seksi Pengolahan Data Kemiskinan Dinas Sosial, Siti Arkunah menambahkan, warga yang dikategorikan miskin sudah ada ketentuannya dan panduannya, yaitu menurut Kepmensos Nomor 146/HUK/203. Misalnya, mereka tidak memiliki mata pencaharian, tidak memiliki kemampuan untuk berobat, tidak mampu membeli pakaian satu kali dalam setahun untuk setiap anggota rumah tangga, kemampuan menyekolahkan anaknya hanya tingkat SMP, mempunyai dinding rumah terbuat dari bambu, kayu atau tembok dengan kondisi yang tidak baik, kondisi lantai dari tanah, dan lainnya.

Selama ini, kata dia, Dinsos rutin berupaya melakukan validasi basis data terpadu setiap bulan. Hal ini penting agar penerima manfaat bansos dapat tepat sasaran. Jangan sampai, mereka yang memperoleh bansos tidak tepat sasaran, tepat waktu, tepat mutu dan tepat jumlah. ”Bisa saja, mereka yang sudah mendapatkan bantuan di tahun berikutnya mereka sudah dinyatakan mampu dan cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu, validasi data rutin dilakukan di lapangan dengan menerjunkan petugas di lapangan,” terangnya.(K14-22)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar