Karikatur dan Harapan

teks & foto: Manggia
teks & foto: Manggia

TERILHAMI dari judul lagu band Nosstress, sebuah pameran yang memamerkan hasil karikatur milik Dhamar Hapsara digelar di Kedai Pagi Semarang, belum lama ini. Pameran tersebut bertajuk ”Kumau dari dulu, Semoga Ya”.

Pada hari pembukaan pameran (Jumat, 15/2), acara yang dimulai pada pukul lima sore tersebut tidak hanya memamerkan karya karikatur dari tokoh-tokoh terkenal seperti Gus Dur, Cak Nun, atau Sri Mulyani, tapi juga karikatur dari orangorang yang selama sepekan mengunjungi Kedai Pagi, lalu digambar secara spontan oleh Dhamar, beserta harapan-harapan mereka, melalui tagar #Semogaya. Sebanyak 36 orang yang digambar sketsanya, Dhamar mengatakan kalau harapanharapan yang ia tulis berdasarkan hasil percakapan tersebut, merupakan ”materialisasi harapan”.

Maksudnya, apabila harapan atau cita-cita tersebut hanya ada di dalam kepala, bisa hilang dan terlupakan. Tapi kalau ditulis, dan dilihat setiap hari, kita cenderung berusaha melakukan usaha untuk mencapainya. ”Kalau tidak ada orang yang bisa menyemangati kita, ya, kita harus bisa menyemangati diri sendiri,” ujarnya.

Yang tidak kalah unik, acara menggambar bersama, yang mana partisipannya tidak hanya dari para seniman, tapi siapa saja boleh ikut menggambar, pada media kertas berukuran besar, yang dibagi menjadi enam blok atau bagian. Siapa saja boleh ikut dan boleh menggambar apa saja sesuai keinginannya.

Ketetapan Hati

Dhamar mengatakan, lewat tagar #Semogaya ia memiliki harapan dan ketetapan hati untuk bisa ‘hidup’dari kreativitasnya. Dhamar yang tadinya bekerja sebagai ‘pegawai kantoran’pada sebuah perusahaan arsitektur, memberanikan diri ‘berdikari’ sejak Desember tahun lalu. Lulusan Arsitektur Unika Soegijapranata Semarang tersebut mengatakan kalau bekerja sebagai karyawan membuatnya mandeg dalam hal kreativitas alias tidak berkembang.

Dhamar sendiri sudah hobi menggambar sejak kecil, dan lewat menggambar sketsa dan karikatur yang merupakan hobinya, ia ingin menunjukkan bahwa hal tersebut pun bisa menjadi ‘pekerjaan’. ”Sempat takut waktu saya keluar dari pekerjaan, tapi saya berusaha meyakinkan diri sendiri, bahwa bekerja apapun pasti bisa (menghidupi). Dan berdikari sebagai seniman memang cita-cita saya sejak dulu,” tuturnya.

Tagar #Semogaya sebenarnya ide dari Aditya Surya, rekan Dhamar. Aditya membuat sebuah video dari lagu milik band Nosstress, yang mana cerita yang diangkat adalah kisah hidup Dhamar. ”Saya ingin membuat video yang memiliki ‘moral value’, menyampaikan pesan kalau memiliki harapan jangan mudah menyerah, jangan berhenti mencoba. (Saya) ingin berkarya yang bisa menggugah orang-orang yang menonton videonya,” ungkap Aditya. Maka berkolaborasilah mereka dalam #Semogaya, yang mana video tersebut juga diputar pada pameran.(53)


Tirto.ID
Loading...
Komentar