Perlu Literasi Keuangan

SM/dok
SM/dok

PENYALURAN kredit mikro di wilayah Jawa Tengah masih relatif kecil, menurut pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Purwokerto, M Arsad Dalimunte disebabkan oleh beberapa hal.

Antara lain, ketidaktahuan atas informasi peluang pinjaman murah, percaya diri sebagian pelaku usaha mikro bersentuhan dengan perbankan tergolong rendah, serta visi para pelaku usaha mikro yang masih belum terkonsep dengan baik dan berjalan secara alamiah. "Di samping itu, kapasitas usaha mikro yang tidak berkeberanian untuk mengambil risiko atas pinjaman," kata Arsad yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kadin Banyumas.

Untuk itu, kata dia, diperlukan literasi keuangan yang lebih massif sehingga terbangun reposisi pola pikir yang akan mendorong pelaku usaha mikro lebih bersemangat dan optimisme dalam menjalani maupun mengembangkan usaha yang ditekuninya.

Kemudian, perlu juga membantu pelaku usaha mikro memberikan akses terhadap peluang yang sangat potensial untuk ditekuni, sebab banyak pelaku usaha mikro masih memiliki persoalan dalam hal insting berwirausaha. "Pelaku usaha mikro juga perlu diberi pelatihan "memanage bisnis" agar tata kelolanya lebih baik dan lebih berpeluang untuk berkembang," katanya. (Puji Purwanto-20)


Baca Juga
Loading...
Komentar