Ditemukan Prasasti Berbentuk Lingga

SM/Achmad Hussain : TUGU PRASASTI : Kadus I Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Widodo, menunjukkan tugu prasasti yang diduga peninggalan Kerajaan Mataram Medang, Kamis (21/2). (51)
SM/Achmad Hussain : TUGU PRASASTI : Kadus I Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Widodo, menunjukkan tugu prasasti yang diduga peninggalan Kerajaan Mataram Medang, Kamis (21/2). (51)

KLATEN- Sebuah prasasti berbentuk lingga ditemukan di Dusun Kahuman, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten.

Prasasti ditemukan di pekarangan milik Supriyanto (45). ”Prasasti itu menurut cerita keluarga ditemukan oleh kakek saya,” ungkap Ongky (18), warga Dusun Kahuman, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Kamis (21/2).

Dikatakan, prasasti berbentuk tugu menyerupai peluru yang terbuat dari bahan batu itu ditemukan kakeknya di pojok pekarangan. Dari cerita keluarganya, prasasti itu ditemukan tanpa sengaja saat kakeknya menggali tanah. Oleh keluarga, batu berhuruf aneh itu diletakkan di pekarangan dekat tembok rumah sebelum akhirnya dipindahkan di dalam rumah pada Desember lalu. Keluarga tidak mengetahui makna dalam tulisan di batu itu. Hanya beberapa pekan lalu ada para pegiat budaya dan sejarah yang datang memeriksa. Bahkan menerjemahkan tulisan di batu dan meminta tugu itu dirawat. Pencermatan terhadap tugu prasasti itu bertuliskan huruf Pallawa dan berbahasa Sansakerta.

Dari terjemahan terbaca Swasti Caka Warsatita 769 Phalguna Masa Thiti Pratipada Kresna Pakca Tatkala Sang Pamegat Anggehan Manusuk Sima. Kadus I Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Widodo, mengatakan, prasasti itu ditemukan sudah lama dan dibiarkan terbengkalai. Pertengahan Desember 2018, datang para pegiat budaya dan sejarah mengecek.

Satu Meter

Sejak itu, lanjut Widodo, keluarga Supri dan warga sekitar baru memahami jika benda itu prasasti kuno. Bentuk prasasti itu berupa lingga setinggi sekitar satu meter dengan tulisan di bagian atasnya berkeliling. Bentuknya masih utuh dan tidak ada yang pecah terpisah. Prasasti masih bisa berdiri tegak dan terjaga di dalam rumah. ”Kami tidak memahami sejarah desa kami sebab orang tua tidak pernah bercerita,” katanya.

Menurut Kepala Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Wahyu Widyanarko, menyikapi temuan prasasti itu, pemerintah desa sudah melaporkan temuan itu ke Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten. Namun sampai saat ini belum ada tim yang turun ke desanya. Prasasti di Dusun Kahuman itu menurut analisa para pegiat budaya dan sejarah yang datang pada Desember 2018 merupakan prasasti zaman Kerajaan Mataram Medang atau Mataram Hindu-Buddha yang berpusat di sekitar Candi Prambanan.

Hanya dari angka yang tertera di prasasti, tahunnya lebih tua dari Prasasti Upit sebab tahunmya tahun Caka 769. Bisa jadi prasasti di desanya lebih dulu ada dari Prasasti Upit yang tahunnya tahun Caka 788. Pemerintah desa belum melangkah selain melapor, sebab masih menunggu hasil laporan ke Pemkab.

Kepala Unit Candi Sewu, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng Deny Wahju Hidajat saat dikonfirmasi mengatakan, prasasti di Desa Ngrundul, sepengetahuanya belum dilaporkan ke BPCB. (H34-51)


Berita Terkait
Loading...
Komentar