Satgas Antimafia Bola Gandeng PPATK

SM/Antara - Joko Driyono
SM/Antara - Joko Driyono

JAKARTA- Satgas Antimafia Bola menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mendalami kasus pengaturan skor dengan tersangka Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Polisi direncanakan kembali menggelar pemeriksaan Kamis, (21/2) ini.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, PPATK dilibatkan karena sejumlah barang bukti yang diamankan berupa catatan transaksi keuangan, catatan tabungan serta alat pembayaran digital. ”Itu semua nanti akan dievaluasi dan diasesmen oleh PPATK, dari mana sumber keuangan, mengalirnya ke mana saja, dan digunakan apa saja.

Apa bila nanti ada hal-hal transaksi yang mencurigakan, baru nanti dari PPATK merekomendasi kepada Satgas. Apabila nanti memungkinkan, dikenakan UU 8/2010 tentang TPPU, itu nanti juga menjadi sasaran dari Satgas untuk melakukan pendalaman,” kata Dedi, kemarin.

Adapun agenda pemeriksaan tersangka Joko Driyono atau yang akrab disapa Jokdri, dijelaskan Dedi untuk mengungkap peran tersangka yang mendalangi perusakan barang bukti.

Selain sejumlah transaksi keuangan, polisi juga mengamankan sejumlah bukti lain saat penggeledahan di apartemen tersangka di Apartemen Taman Rasuna Tower 9 lantai 18 di Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/2). Hasilnya, ada 75 item barang bukti yang disita.

”Bukti-bukti yang terkait menyangkut masalah pengaturan skor, yang saat ini sudah ada di satgas juga sedang diaudit. Kuranglebih ada sekitar 75 item itu diaudit, dan nanti diklasifikasikan, bukti ini masuk ke dalam match fixing di Liga 3 yang mana saja, kemudian match fixing yang ada di Liga 2 yang mana, yang di Liga 1 mungkin kalau semisal ada mana,” ujarnya.

Dedi mengatakan, tidak menutup kemungkinan dari hasil pemeriksaan ada perkembangan-perkembangan lebih lanjut. Namun pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan.

Joko terancam pasal 363 KUHPdan/atau pasal 265 KUHP dan/atau pasal 233 KUHP dengan ancaman penjara 2 tahun 8 bulan dan 4 tahun. Jokdri diduga sebagai aktor intelektual perusakan barang bukti. Kepada polisi, tersangka mengakui memerintahkan anak buahnya mengambil dan merusak barang bukti.

Pastikan Hadir

Terpisah, kuasa hukum Jokdri, Andru Bimaseta memastikan kliennya akan hadir pada pemeriksaan lanjutan terkait perusakan barang bukti kasus pengaturan skor sepakbola Indonesia. ”Insyaallah beliau (Jokdri) akan hadir di agenda pemeriksaan besok (hari ini-Red),” kata Andru, Rabu (20/2). Namun, dirinya belum bisa memastikan pukul berapa Jokdri akan hadir.

Pihaknya hanya menyebut Jokdri sangat koperatif membantu polisi menuntaskan kasus tersebut. ”Beliau sangat kooperatif untuk menjelaskan apa yang ditanyakan oleh penyidik,” jelas Andru. Sementara itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) masih melakukan penelitian berkas perkara kasus pengaturan skor sepak bola Indonesia yang dikirimkan pihak kepolisian.

”Kami sudah menerima lima berkas perkara, sekarang sedang diteliti oleh jaksa-jaksa kami,” kata Jaksa Agung M Prasetyo di Gedung ACLC KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu (20/2). Prasetyo mengatakan, penyusunan dakwaan hingga penuntutan tidak akan dilakukan tergesa-gesa. Penuntutan nantinya akan didasarkan pada sejumlah fakta.

”Selama ini penuntutan hati-hati, kami tidak akan terburu-buru. Kami selalu melihat fakta dan bukti yang ada sejauh mana derajat kesalahan masing-masing yang bersangkutan, itu yang jadi dasar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola merampungkan berkas perkara pengaturan skor untuk enam tersangka. Berkas perkara tersebut dipisahkan menjadi lima. Keenam tersangka tersebut adalah P (eks Komisi Wasit Asprov Jateng), A (anak P), JLE(Ketua Asprov Jateng), DI alias MP, NS (wasit pertandingan) dan ML (Staf Direktur Perwasitan PSSI).

Terkait pengembangan kasus, Satgas Anti Mafia Bola memeriksa CEO PT Liga Indonesia Baru (LIB) Risha Adi Wijaya di Polda Metro Jaya pada Selasa (19/2) malam. Risha diperiksa untuk dimintai keterangan terkait laporan terhadap pemilik klub PS Mojokerta Putra (PSMP) Vigit Waluyo.

Usai diperiksa, Risha mengungkapkan dirinya diberi sekitar 21 pertanyaan oleh penyidik. ”Sekitar 21 pertanyaan (yang ditanya penyidik),” kata Risha di Mapolda Metro Jaya. Risha menuturkan pertanyaan yang diberikan kepadanya itu berkaitan dengan anggaran PTLIB di Liga 2 Indonesia. Selain itu, juga berkaitan dengan operasional di kompetisi tersebut.

”Condong membahas dari sisi anggaran LIB dan sisi operasional LIB. Semuanya tadi kan seperti yang saya sampaikan hari ini pertanyaannya berpusat pada pengelolaan anggaran, kemudian dana didapat dari mana, dikelola seperti apa, itu yang ditanyakan termasuk operasionalnya dari kompetisi itu sendiri,” tuturnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah menetapkan Vigit Waluyo sebagai tersangka kasus dugaan pengaturan PS Mojokerto (PSMP) agar naik dari Liga 3 ke Liga 2. Vigit merupakan pemilik klub PSMP. Sejauh ini, Satgas Anti Mafia Bola sudah menetapkan 15 orang tersangka dalam kasus pengaturan skor ini. (ant,dtc-64)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar