Exit Toll Diminta Tak di Jalan Nasional

Jalan Tol Yogya-Solo

SM/Achmad Hussain : JALAN NASIONAL: Jalan nasional Jl Yogya-Solo di ruas Desa Jombor, Kecamatan Ceper sepi saat siang hari, Selasa (19/2). (21)
SM/Achmad Hussain : JALAN NASIONAL: Jalan nasional Jl Yogya-Solo di ruas Desa Jombor, Kecamatan Ceper sepi saat siang hari, Selasa (19/2). (21)

KLATEN - Pemkab Klaten meminta pintu keluar (exit toll) jalan tol Yogya-Solo tidak berada di jalan nasional Jl Yogya-Solo. Alasannya dengan keluar di jalan nasional menyebabkan daerah lain tidak berkembang.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pemkab Klaten, Sunarno mengatakan Pemkab berharap exit toll jalan tol Yogya- Solo yang akan dibangun tidak langsung keluar ke jalan raya jalan nasional. ”Dengan jalan tol dan exit tidak di jalan nasional diharapkan daerah bisa tetap berkembang,” jelasnya, Selasa (19/2).

Dikatakannya, pertemuan terakhir dengan tim jalan tol pemerintah pusat hanya diisi paparan rencana awal dan masukan dari Pemkab. Pemkab salah satunya meminta agar exit toll tidak terhubung ke jalan nasional. Namun sedikit masuk ke wilayah sehingga wilayah yang tidak dekat dengan jalan nasional memiliki harapan kelak akan berkembang secara ekonomi.

Dari paparan tim pemerintah pusat, exit tolllama yang ada dipeta ada dua titik. Titik pertama di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen dan titik kedua ada di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu. Apabila di Desa Kepanjen maka akan sangat dekat dengan jalan nasional Jl Yogya-Solo. Harapanya exit itu ada yang masuk ke Kecamatan Tulung dan Polanharjo yang lebih ke dalam.

Persiapkan Penataan

Soal titik keluar jalan tol, kata Sunarno, memang sudah ada ukuran jaraknya berapa kilo meter sehingga wacana awal maksimal hanya ada dua titik itu. Khusus untuk di titik exit kecamatan Ngawen tidak masalah sebab nantinya lalu-lintas di wilayah selatan Kabupaten Klaten bisa mengakses melalui pintu tersebut dan tidak terlalu dekat dengan jalan nasional. Pemkab akan mempersiapkan langkah rencana penataan wilayah agar daerah sekitarnya bisa berkembang.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Klaten, Tajudin Akbar dari paparan di Kabupaten Klaten akan ada dua exit dan dua simpang susun (interchange). Lokasinya dimana saja sampai saat ini baru sebatas rencana awal sebab penetapan lokasi berada di tangan Pemprov Jateng.

Pemkab hanya memberikan usulan dan masukan agar jalan tol itu tujuanya sesuai yang diharapkan. Diberitakan sebelumnya rencana jalan tol Yogya-Solo akan memakan 300 hektare lahan di Kabupaten Klaten di tujuh kecamatan. Namun revisi Perda RTRW masih belum selesai dilaksanakan. (SM/ 4/2).

Kepala Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Muh Mudrik mengatakan sampai saat ini pemerintah desa belum menerima informasi lebih lanjut soal rencana jalan tol itu. Sebab sejak disurvei tahun lalu, belum ada lagi tindak lanjut tim pusat. Pemerintah desa juga bingung sebab saat ini belum menerima kejelasan lanjutan. (H34-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar