FIGUR

Bandha Namung Titipan

SM/Yusuf Gunawan
SM/Yusuf Gunawan

KEINGINAN untuk menumpuk kekayaan pribadi nampaknya jauh dari angan FX Hadi Rudyatmo. Sebaliknya, prinsip harta tidak dibawa mati terus melekat kuat dalam benak Wali Kota Surakarta ini. ”Harta kekayaan itu apa tho? Meninggal saja nggak dibawa kok,” tandasnya.

Orang nomor satu di Kota Solo ini bahkan tak segan mengaku, jika ia tidak memiliki banyak harta pribadi. ”Tabungan saja nggaklebih dari Rp 100 juta kok. Terakhirterakhir ini tabungan biasanya cuma buat pendidikan anak. Jumlahnya hanya Rp 31 juta atau berapa.” Namun saldo tabungan pendidikan itu ternyata tidak stabil. ”Sering dijupuki kalau ada yang membutuhkan bantuan,” ungkap Wali Kota.

Mobil, rumah maupun harta tidak bergerak lain, juga diklaim pria yang akrab disapa Rudy ini, tidak seberapa banyak. ”Rumah ya hanya itu (rumah pribadi di wilayah Pucangsawit. Tanah ada beberapa, tapi itu tanah warisan istri saya. Ya kalau ditotal-total, nilainya ada sekitar Rp 1 miliar-lah,” kata dia. Untungnya bagi Rudy, aset yang tidak seberapa itu tidak dianggapnya masalah.

Apalagi dalam berbagai kesempatan Wali Kota selalu menegaskan pepatah Jawa yang dianutnya, yakni bandha titipan, nyawa gadhuhan, pangkat sampiran. ”Lhasaya juga mengabdi dan melayani di sini (menjadi wali kota) juga nggak mencari duit kok. Dapat (gaji) dari sini (wali kota) saja nggak pernah dibawa pulang,” tegas Rudy.

Meski demikian, prinsip transparansi dan akuntabilitas atas harta tersebut tetap dijunjung tinggi Rudy. Sebagai pejabat, ia rutin menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada instansi yang berwenang. ”Masyarakat saja diaudit kok, masak pejabat tidak. Kalau pejabat lain ada yang tidak melapor, ya harus ditindak tegas,” kata dia. (Agustinus Ariawan-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar