11 PTN Diberi Keleluasaan Mengelola Anggaran

Ditarget Masuk Peringkat 500 Besar Dunia

MEDAN - Kini, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) sudah memiliki strategi untuk memacu 11 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia masuk peringkat 500 besar dunia. Strategi itu terkait kebijakan anggaran, riset dan inovasi serta peningkatan kualitas dan kuantitas doktor dan guru besar.

PTN tersebut diberikan keleluasaan mengelola anggaran.PTNBH berdasarkan urutan penetapannya terdiri atas Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Hasanuddin (Unhas), serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

"Saya sudah mengajukan dan Presiden Joko Widodo setujui ke depan PTNBH kami dorong masuk ke kelas dunia. Di antaranya, kami mencoba membuat skema tiga perguruan tinggi yang masuk 300 besar ini kita dorong masuk 200 besar. Yang lainnya kira-kira bisa masuk 200 - 300 berapa, kita petakan.

Yang masuk 400 sampai 500 berapa," ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Senin (18/2).

Ia menyatakan bahwa PTNBH yang masuk ke ranking 500 dunia, menurut QS World Ranking, baru tiga PTNBH, yaitu Universitas Indonesia (UI) pada ranking 292, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada ranking 359, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada ranking 391.

"Saat ini, kami berfokus untuk memberikan keleluasaan anggaran kepada PTNBH agar dapat mengalokasikan dana kepada aktivitas yang meningkatkan kompetensi dosen melalui penelitian, publikasi ilmiah dan hilirisasi inovasi," jelasnya.

Sekarang, lanjut dia, apabila PTNBH menerima dana dari pemerintah, dalam hal ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dipertanggungjawabkan sesuai keuangan negara. "Padahal fleksibilitas PTNBH dituntut. Ini yang saya sampaikan ke Kementerian Keuangan," paparnya.

Menurutnya, anggaran yang diberikan kepada setiap PTNBH saat ini, berbeda sesuai target dari setiap PTNBH dalam ranking dunia. "Mana yang masuk 200 besar, mana yang masuk 300 besar, mana yang 400, mana yang 500, kita harus petakan. Yang masuk 200 besar dengan yang masuk 500 besar dalam skema anggarannya jangan disamakan," ungkapnya.

Selain berencana memberikan fleksibilitas lebih, ia menargetkan setiap PTNBH perlu membuat rencana riset yang spesifik dan sesuai kebutuhan dan kemampuan PTNBH tersebut sesuai Rencana Induk Riset Nasional (RIRN).

"Kami konsentrasikan pada pengembangan iptek yang bisa menghasilkan inovasi, jangan sampai riset based on common sense atau berdasarkan keinginan peneliti sendiri, perguruan tinggi harus membuat satu kerangka, mengacu pada RIRN," imbuhnya.

Kemristekdikti juga mendorong sebelas PTNBH untuk tidak menghambat dan mendukung dosen muda untuk menjadi doktor dan guru besar (profesor) agar jumlah doktor dan profesor meningkat. Dengan peningkatan tersebut, diharapkan kompetensi PTNBH meningkat.

"Idealnya yang namanya dosen itu guru besar, tapi jumlahnya terbatas. Paling tidak doktornya 80 persen. Apakah PTNBH sudah 80 persen? Belum, masih ada yang S-2. Kalau sudah 100 doktor itu bagus. Guru besarnya paling tidak 50 persen," bebernya.

Kemristekdikti saat ini memberikan beberapa fasilitas agar semakin banyak dosen menjadi doktor dan guru besar, termasuk Beasiswa untuk Dosen Indonesia (BUDI) dan mempermudah doktor mempublikasi hasil penelitiannya.

Publikasi ilmiah ini termasuk persyaratan seorang doktor menjadi guru besar. "Bagaimana mereka didorong bisa (menjadi) guru besar, yaitu dengan meningkatkan publikasi.

Publikasi perlu biaya, bagaimana skema biaya publikasi, skema untuk menjadi guru besar kita fasilitasi, bukan syarat guru besarnya dipermudah," pungkasnya.

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu berharap dengan pertemuan ini ada pemikiran-pemikiran baru yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan PTNBH dalam memperbaiki berbagai hal di sistem PTNBH sesuai tuntutan zaman.

Pengembangan 11 PTNBH menuju world class universities (WCU) ini mendukung program pemerintah yang pada 2019 berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. 11 PTNBH ini diharapkan dapat menjadi acuan dan motivasi bagi 4.570 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitasnya. (nya-34)


Berita Terkait
Loading...
Komentar