Penderita Terus Meningkat, Waspadai DBD

80 Warga Terjangkit

SM/Hendra Setiawan : SAPA WARGA: Wali Kota Hendrar Prihadi menyapa warga saat mengunjungi Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, kemarin. (22)
SM/Hendra Setiawan : SAPA WARGA: Wali Kota Hendrar Prihadi menyapa warga saat mengunjungi Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, kemarin. (22)

SEMARANG SELATAN-Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Semarang terus meningkat. Untuk itu, Wali Kota Hendrar Prihadi kembali mengingatkan tentang bahaya penyakit tersebut.

Pada Januari ada 19 orang yang terjangkit DBD, kini meningkat hingga 80 penderita. Saat berkunjung ke Kelurahan Wonodri, kemarin, Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu, meminta agar warga terus menjaga kebersihan lingkungan.

Sebab, kondisinya sudah memprihatinkan. Selain itu, dia meminta agar kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terus digiatkan. "Ini penyakit DBD lagi hot di seluruh Indonesia. Kalau tidak ingin ada yang terkena DBD, caranya harus intensifkan dan aktifkan program PSN. Setiap Jumat pagi dicek, saluran, vas bunga, bak mandi kalau ada air atau jentik nyamuk segera dikuras. Mudahmudahan Wonodri tidak ada yang terkena DBD," tegas Hendi.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, pada 2013 terdapat 2.364 pasien demam berdarah. Pada 2014 ada 1.628 pasien, 2015 sebanyak 1.737 pasien, 2016 ada 448 pasien. Kemudian, pada 2017 sebanyak 299 pasien, dan 2018 turun menjadi 50 pasien. Peningkatan penderita DBD juga terjadi kotakota lain di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, memasuki pertengahan Februari 2019, tepatnya hingga 14 Februari 2019, jumlah penderita DBD di Indonesia mencapai 20.321 orang. Sementara itu, korban meninggal dunia mencapai 196 orang. Jumlah terbanyak terdapat di Jatim, yakni 52 orang. Kedua di NTT sebanyak 19 orang.

Kejadian Luar Biasa

Beberapa daerah sudah menyatakan kasus demam berdarah sebagai kejadian luar biasa, seperti di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ponorogo, Kota Manado dan Kabupaten Paser di Kalimantan Timur.

Sementara Sumba Timur menyatakan darurat DBD. Lalu, pertengahan Februari ini menjadi 20.321 orang dengan penderita terbanyak di Jatim sebanyak 3.074 orang, lalu Jabar 2.461 orang, NTT 1957 orang, Lampung 1.483 orang, dan kelima Jawa Tengah 1.333 orang. ‘’Saya berharap, masyarakat dan tenaga kesehatan cepat tanggap menangani pasien DBD. Masyarakat juga harus tahu tanda-tanda warga terjangkit DBD. Harus segera dibawa ke rumah sakit agar cepat tertangani, dan tidak berakibat fatal,’’ujar Hendi.

Selain itu, Hendi juga meminta agar saluran air dengan sedimentasi di Wonodri dibersihkan. Sedimen tebal ada di saluran dekat Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP). Untuk itu, Wali Kota meminta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Iswar Aminuddin untuk melakukan pengerukan. (K18- 22)


Berita Terkait
Loading...
Komentar