Pasien Membludak, Tenaga Medis Perlu Ditambah

SM/Fista Novianti : SIDAK DPRD: Anggota Komisi D DPRD dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Widoyono sidak di Puskesmas Tlogosari Kulon, Selasa (19/2). (22)
SM/Fista Novianti : SIDAK DPRD: Anggota Komisi D DPRD dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Widoyono sidak di Puskesmas Tlogosari Kulon, Selasa (19/2). (22)

SEMARANG - Tenaga medis di Puskesmas Tlogosari Kulon dinilai perlu ditambah. Sebab, pasien di puskesmas tersebut membludak. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Laser Narindro saat meninjau Puskesmas Tlogosari Kulon, Selasa (19/2).

Dia menuturkan, Puskesmas Tlogosari Kulon itu ramai sejak pagi hingga siang. Pasien membludak karena banyaknya masyarakat yang memeriksakan kesehatannya di puskesmas tersebut. Pada pukul 11.30, antrean masih terlihat di sejumlah pos pelayanan. Untuk itu, pihaknya mendorong Dinkes untuk memprioritaskan pelayanan kesehatan di puskesmas.

Dia menganjurkan Dinkes untuk menambah tenaga kesehatan di puskesmas tersebut karena jumlah pasien banyak. "Dokternya bisa ditambah agar bisa cepat menangani pasien. Harapan kami ke depan angka penyakit tidak menular dan menular bisa diturunkan," ujar Laser.

Terkait dengan rawat inap di puskesmas, dia juga mendorong Kepala Puskesmas untuk gencar melakukan sosialisasi kepada warga bahwa puskesmas tersebut juga melayani rawat inap seperti di rumah sakit. Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Dyah Ratna Harimurti, mendorong Dinkes Kota Semarang untuk membangun puskesmas di Muktiharjo Kidul.

Hal itu karena banyaknya pasien yang harus dilayani Puskesmas Tlogosari Kulon. Sementara mayoritas dari mereka merupakan warga Muktiharjo Kidul. “Menurut saya sudah layak ada puskesmas di Muktiharjo Kidul. Kami juga sering menerima aspirasi masyarakat tentang permohonan fasilitas kesehatan di Muktiharjo Kidul,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Widoyono mengatakan, Puskesmas Tlogosari Kulon melayani 200-300 pasien per hari. Mereka dilayani oleh 32 tenaga kesehatan, 22 perawat, dan empat dokter. Puskesmas Tlogosari Kulon ini melayani beberapa wilayah di Pedurungan, seperti Muktiharjo, Tlogosari, dan lainnya. Adapun jumlah penduduk di Kecamatan Pedurungan mencapai 190 ribu orang.

Mereka dilayani dua puskesmas di Pedurungan. Dengan demikian, satu puskesmas bertanggung jawab melayani sekitar 90 ribu penduduk. Padahal, standar dari Kementerian Kesehatan, satu puskesmas melayani 30.000 penduduk. “Jika kami mengikuti standar itu Kecamatan Pedurungan membutuhkan 6-7 puskesmas. Kota Semarang penduduknya termasuk tinggi mencapai 1,7 juta jiwa. Kalau sebanyak itu perlu sekitar 60 puskesmas. Padahal kami punya 37 puskesmas. Itu kalau dari jumlah penduduk,” terangnya.

Dia mengatakan, standar tersebut sudah tidak digunakan lagi. Saat ini, pihaknya menggunakan tolok ukur jarak. Jika kurang dari 20 menit jarak dari rumah menuju puskesmas itu masuk dalam standar. Meski Puskesmas Tlogosari Kulon melayani banyak pasien, rawat inap di puskesmas tersebut kerap kosong. “Yang saya senang bed -nya kerap kosong. Berarti tidak ada pasien yang perlu dirawat. Tapi, tidak bisa disimpulkan begitu saja,” katanya.

Dia mengatakan, perlu ada survei cepat terkait sepinya rawat inap di Puskesmas Tlogosari Kulon. Dia telah memerintah Kepala Puskesmas untuk melakukan survei cepat guna mencari tahu alasan sepinya rawat inap. “Kenapa rawat inap sepi. Apakah dokternya kurang atau pelayanannya kurang bagus, apa karena tempatnya beda dengan rumah sakit. Ini harus dicari tahu,” tegasnya.

Dia mengatakan, rawat inap di puskesmas memang rata-rata hanya digunakan 50 persen di seluruh Kota Semarang. Untuk itu, perlu pengkajian terkait masyarakat yang tidak memilih rawat inap di puskesmas. (K14-22)


Berita Terkait
Loading...
Komentar