Ribuan Pemilih Dicoret

Dua Bulan, 1.198 Warga Meninggal

JEPARA - KPU Jepara kembali mencoret ribuan warga yang sebelumnya terdaftar dalam daftar pemilih untuk Pemilu yang berlangsung 17 April mendatang. Pencoretan itu, karena ribuan warga itu terbukti sudah tidak memenuhi syarat.

Ketua KPU Jepara, Subchan Zuhrie mengatakan, pihaknya mencoret sebanyak 1.613 warga dari data pemilih. Paling banyak karena telah meninggal dunia. Yakni sebanyak 1.198 nama. Terdiri dari 622 pria dan 576 perempuan.

Terbanyak kedua karena tercatat ganda sejumlah 404 nama. ”Kemudian masih di bawah umur saat hari pencoblosan sebanyak empat nama, bukan penduduk sebanyak lima, dan satu warga yang aktif menjadi anggota TNI,” ucap Subchan.

Ia menegaskan, daftar pemilih bersifat dinamis. Pencoretan nama-nama yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih itu adalah bagian dari upaya KPU memelihara data pemilih.

Selain menjaga akurasinya, juga memperbarui data-data baru karena faktor meninggal dunia, atau yang sebelumnya masih masyarakat sipil lalu diangkat sebagai anggota TNI/Polri.

Terhadap kemungkinan kondisi ini, KPU terus mencermati dan memvalidasi sampai dengan hari pemungutan suara untuk mendapatkan data pemilih yang akurat dan mutakhir. Ia juga mengatakan, pemeliharaan dan validasi data pemilih itu dilakukan di seluruh kecamatan.

Dengan perbaruan data baru itu, maka jumlah daftar pemilih di Kabupaten Jepara sampai saat ini adalah 874.877 pemilih, terdiri atas 436.746 laki-laki dan 438.131 perempuan. Jumlah ini berkurang dari daftar pemilih yang ditetapkan sebelumnya, yaitu sebanyak 876.490 pemilih.

Perbaikan

Jumlah ini ditetapkan pada 8 Desember tahun lalu melalui pleno penetapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap kedua (DPTHPII). Itu berarti dalam kurun waktu dua bulan, ada seribu lebih warga Jepara yang meninggal dunia. Sebelumnya sudah banyak nama pemilih yang dicoret karena kasus serupa, maupun dimasukkan sebagai pemilih karena memenuhi syarat.

Terkait pencoretan pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat ini, Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko mengatakan, hal ini memang sudah seharusnya dilakukan KPU Jepara.

Pihaknya sendiri selalu memantau data pemilih yang sifatnya dinamis. Pihaknya sendiri melayangkan rekomendasi kepada KPU Jepara terkait hal ini.

Dari pantauan jajarannya per tanggal 16 Februari kemarin, ditemukan di antaranya warga yang masuk daftar pemilih namun meninggal sebanyak 1.169 orang, pindah domisili sebanyak 132, indikasi ganda sebanyak 96 dan terindikasi ganda sebanyak 96.

Ditemukan pula pemilih yang belum melakukan rekam KTP el sebanyak 184 orang. ”Untuk selanjutnya kami senantiasa melakukan pengawasan pemeliharaan DPTsampai dengan jelang pemilihan guna untuk memastikan dan melindungi hak pilih,” imbuhnya. (adp-30)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar