Vietnam Jadi Rujukan Pengelolaan Pertanian Modern

SEMARANG- Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) menerjunkan mahasiswa dari Fakultas Pertanian untuk mengkaji dan meneliti model pengelolaan pertanian terpadu.

Kampus itu memilih Vietnam sebagai lokasi mahasiswa untuk mencermati dan memahami pengelolaan pertanian dari hulu ke hilir. ''Vietnam dikenal sebagai negara agraris modern dewasa ini. Di wilayah itu juga, semua produk hasil pertanian dikelola secara terintegrasi,'' tutur Dekan Fakultas Pertanian Unwahas, Lutfi Aris Sasongko, kemarin di sela-sela persiapan lawatan mahasiswanya ke negara Indochina itu.

Hadir juga pihak Kantor Urusan Internasional Unwahas, Adhi Joko yang menjembatani mahasiswa untuk bisa menjadi bagian program kunjungan global ini.

Lutfi menambahkan perhatian Pemerintah Vietnam terhadap tumbuh dan kembangnya komoditas pertanian sedemikian tinggi. Tak kurang berbagai regulasi yang mendukung tata guna lahan dan pengelolaan hasil-hasil pertanian diciptakan.

Perusahaan

''Mahasiswa selama beberapa waktu kami terjunkan melalui model praktik kerja lapangan (PKL). Mereka akan magang kerja dan mencermati langsung pengelolaan pertanian di Perusahaan Green Land Cu Chi, di Kota Ho Chi Minh, Vietnam,'' jelasnya.

Mahasiswa semester akhir ini, adalah Devimei, Linda W, F Arifatun N, Norma Cita S, M Masdar I, Fijay Afif dan Annisa. Upaya ini juga sebagai bentuk memperkuat prinsip go international kampus itu. Mereka bahkan bekerjasama dengan Yayasan Bhumi Horta yang memiliki kepedulian dalam persoalan pertanian dan lingkungan.

Menurutnya, pertanian di sana lebih maju. Di perusahaan tersebut menanam buah naga, cabai, selada, dan lain-lain yang terintegrasi dari benih, bibit, budi daya sampai pemasaran.

"Kami memang sedang menggenjot upaya untuk memperbanyak aktivitas akademi ke luar negeri. Sesuai pula visi universitas ini pada 2025, untuk bisa bersaing di kancah internasional. Tahun lalu kami juga sudah ke Malaysia," katanya. (H41-45)


Loading...
Komentar