WTO Peringatkan Perlambatan Perdagangan Global

JENEWA- Indikator triwulanan terkemuka perdagangan grobal untuk barang dagangan merosot ke angka terendah dalam sembilan tahun. Hal itu seharusnya membuat para pembuat kebijakan waspada terhadap perlambatan yang lebih tajam jika ketegangan perdagangan global berlanjut.

Peringatan tersebut disampaikan World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia melalui pernyataan resmi yang dirilis di Jenewa, Swiss, Selasa (19/2) waktu setempat. Indikator prospek triwulanan WTO, gabungan dari tujuh pendorong perdagangan, menunjukkan angka 96,3 atau terlemah sejak Maret 2010.

Angka di bawah 100 menandakan tren di bawah pertumbuhan dalam perdagangan. ”Kehilangan momentum yang berkelanjutan ini menyoroti urgensi mengurangi ketegangan perdagangan, yang bersama dengan bertahannya risiko-risiko politik dan volatilitas keuangan dapat menandakan perlambatan ekonomi yang lebih luas,” kata WTO pernyataan tersebut.

Perkiraan WTO pada September 2018 bahwa pertumbuhan perdagangan global akan melambat menjadi 3,7% pada 2019 dari perkiraan 3,9% pada 2018. Namun mungkin ada perlambatan yang lebih curam atau rebound tergantung pada langkahlangkah kebijakan.

Volume Perdagangan

Indikator triwulanan didasarkan pada volume perdagangan barang dagangan pada triwulan sebelumnya, pesanan ekspor, angkutan udara internasional, jumlah peti kemas yang ditangani pelabuhan (container port throughput), produksi dan penjualan mobil, komponen elektronik, dan bahan baku pertanian.

”Indeks untuk pesanan ekspor (95,3), angkutan udara internasional (96,8), produksi dan penjualan mobil (92,5), komponen elektronik (88,7) dan bahan baku pertanian (94,3) telah menunjukkan penyimpangan terkuat dari tren, mendekati atau melampaui posisi terendah sebelumnya sejak krisis keuangan,” kata rilis WTO seperti dilansir dari Reuters, Selasa (19/2).

WTO menyebut, indeks untuk ukuran standar produktivitas pelabuhan (container port throughput) cenderung naik di 100,3, tetapi itu mungkin telah dipengaruhi oleh pengiriman lebih awal sebelum kenaikan perang tarif Amerika Serikat (AS)-Tiongkok yang diantisipasi.

Ketegangan perdagangan internasional dapat melonjak bulan depan jika AS dan Tiongkok meningkatkan perang tarif mereka, sebuah langkah yang dapat memiliki konsekuensi negatif bagi sistem perdagangan dunia, menurut badan perdagangan PBB, United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Putaran baru perundingan ASTiongkok akan berlangsung di Washington DC, AS, pada Selasa (19/2) waktu setempat, dengan sesi tindak lanjut di tingkat yang lebih tinggi pada akhir pekan ini. (sb,ant-46)