Gotong Royong Itu Belum Hilang

SM/dok - KERJA BAKTI : Sejumlah warga ikut membantu proses evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah di Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, Cilacap, kemarin.(20)
SM/dok - KERJA BAKTI : Sejumlah warga ikut membantu proses evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah di Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, Cilacap, kemarin.(20)

ADA banyak pelajaran yang dapat diambil dari kejadian alam yang memicu terjadinya bencana. Demikian halnya dengan sejumlah bencana alam yang terjadi di wilayah Cilacap bagian barat, dalam sepekan terakhir ini. Hujan lebat disertai dengan angin kencang telah memicu terjadinya longsor, pohon tumbang hingga kerusakan rumah warga.

Satu pelajaran yang dapat diperoleh, ketika melihat tingginya kepedulian dan gotong royong masyarakat. Sikap itu begitu melekat pada diri mereka dalam membantu penanganan, tanpa pamrih. Dalam penanganan longsor dan jalan kabupaten yang ambles di Dusun Dukuh Sawah, Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu, misalnya.

Selama dua hari terakhir ini, mereka berpadu dengan perangkat desa dan pihak terkait guna melakukan kerja bakti. Menurut Sekretaris Desa Kutabima, Korlina, kerja bakti tertuju pada pembukaan akses jalan, terutama bagi pejalan kaki dan roda dua.

Mengingat, ruas jalan kabupaten itu menjadi akses utama warga setempat menuju ke Desa Cisalak maupun ke kantor Kecamatan Cimanggu. ‘’Itu (jalan kabupaten) menjadi akses utama warga. Sehingga usai kejadian, langsung dilakukan kerja bakti oleh warga bersama pihak-pihak terkait, supaya bisa dilewati. Terutama bagi pejalan kaki dan roda dua,’’kata dia.

Potret serupa tampak dalam penanganan pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Desa Padangjaya. Masyarakat setempat berpadu, berdampingan dengan pihak-pihak terkait dalam melakukan evakuasi pohon tumbang dan membersihkan puing kerusakan. Semangat mereka juga masih terjaga, tatkala melakukan perbaikan hunian yang rusak akibat bencana.

Sama halnya dengan penanganan rumah rusak akibat bencana angin puting beliung di desa lain, seperti Pahonjean dan Mulyadadi. Tingginya kepeduliaan masyarakat, memiliki sumbangsih yang cukup besar dalam penanganan.

Potret tersebut menjadi perhatian, sekaligus mendapatkan apresiasi dari Kepala UPT BPBD Majenang, Edi Sapto Priyono. Di matanya, sikap peduli itu menjadi hal yang indah di balik duka bencana.

‘’Tingginya potret kepedulian masyarakat dan gotongroyong seperti ini, tidak hanya di satu atau dua desa. Tapi merata di wilayah kerja kami yang membawahi 5 kecamatan, tatkala bencana melanda,’’kata Edi Sapto Priyono.

Sikap itu juga menjadi bentuk kesadaran, sekaligus perwujudan tiga pilar penanggulangan bencana. Bahwa penanggulangan bencana itu bukan semata-mata menjadi tanggungjawab pemerintah.

Melainkan, dibutuhkan peranperan dari masyarakat maupun dunia usaha. ‘’Lewat kepedulian berupa kerja bakti itu, mereka sudah menunjukkan peranan penting dalam penanggulangan bencana. Kami berharap supaya kearifan lokal itu akan terus terjaga ke depannya,’’ katanya. (Teguh Hidayat Akbar-20)


Baca Juga
Loading...
Komentar