Jokowi : Stop Uninstall Bukalapak

SM/Antara - BERTEMU : Presiden Joko Widodo didampingi Seskab Pramono Anung menerima pendiri sekaligus CEO Bukalapak.com Achmad Zaky di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (16/2). (55)
SM/Antara - BERTEMU : Presiden Joko Widodo didampingi Seskab Pramono Anung menerima pendiri sekaligus CEO Bukalapak.com Achmad Zaky di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (16/2). (55)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat terutama kepada para pendukungnya untuk menghentikan gerakan uninstall Bukalapak. Hal tersebut disampaikan Presiden setelah bertemu CEO Bukalapak Achmad Zaky di Istana Merdeka, Sabtu (16/2) siang.

”Saya ajak hari ini untuk hentikan, untuk stop uninstall Bukalapak. Stop! Karena kita harus mendorong anakanak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas untuk maju,” kata Jokowi. Presiden juga mengajak semua pihak bijak dalam bersikap, matang dalam bersikap dalam setiap peristiwa apa pun.

Jokowi menyatakan tidak tersinggung dengan kicauan Zaky, serta tetap berkomitmen mendorong unicorn, seperti Bukalapak, Tokopedia, Go-Jek, dan Traveloka untuk memajukan ekonomi Indonesia. Setelah pertemuan tersebut, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki mengatakan, dalam pertemuan, Presiden menasihati Zaky supaya lebih hati-hati, terutama yang berkaitan dengan data.

Hal ini karena Zaky menggunakan data lama tentang anggaran riset dan pengembangan (research and development/R&D). ”Tadi Presiden menasihati. Beliau tidak marah. Beliau paham, Zaky anak muda, ada khilaf. Walaupun sepakat dengan substansi yang diangkat Zaky soal R&D tapi Zaky keliru terkait data yang dipakai,” kata Teten.

Sementara itu, Zaky mengaku sudah meminta maaf kepada Jokowi. Zaky mengakui bahwa data yang dia gunakan terkait anggaran pengembangan dan riset di Indonesia dan perbandingannya dengan negara lain, merupakan data lama.

Data itu ia dapat dari hasil penelusuran di Wikipedia. Dia sebenarnya ingin menyampaikan semangatnya. ”Saya belum dapat data terbaru. Namun saya pikir semangatnya. Tolong teman wartawan diambil semangatnya,” kata pria berkacamata tersebut.

Bagi Pemenang

Sementara soal kata ”presiden baru” dalam kicauannya, dia menegaskan, itu merujuk kepada siapa pun pemenang Pilpres 2019, baik Jokowi sebagai petahana maupun Prabowo Subianto sebagai penantang.

Sebagaimana telah diberitakan gerakan uninstall Bukalapak muncul secara masif dari pendukung Jokowi setelah kicauan CEO Bukalapak Achmad Zaky. Selain menyinggung anggaran riset di Indonesia yang jauh lebih kecil dari negara lain, Zaky juga menyinggung tentang ”presiden baru” ”Omong kosong Industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451 B 3. Jepang 165B 4.

Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24 Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin,” kata dia dalam akun Twitter-nya. Namun ternyata, data yang diungkap Zaky tidak up to date.

Data itu adalah anggaran riset Indonesia tahun 2013 (Jokowi belum presiden) yang baru dirilis 2016 oleh Bank Dunia. Cuitan Zaky tersebut mengundang kemarahan netizen. Mereka menyayangkan Zaky yang seorang CEO perusahaan besar, merilis data keliru tanpa mengeceknya terlebih dahulu. Selain itu, pernyataan Zaky dinilai tendensius dan memihak. (F4-41)


Berita Terkait
Loading...
Komentar