Penyortiran Mulai Dilakukan

Surat Suara Mulai Berdatangan

KPU Banyumas Siapkan Gudang Khusus

SM/Antara - RUSAK :Kondisi kotak suara yang rusak di gudang logistik KPUD Cirebon di Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/2). (55)
SM/Antara - RUSAK :Kondisi kotak suara yang rusak di gudang logistik KPUD Cirebon di Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/2). (55)

JAKARTA-Proses pengiriman surat suara sebagai logistik pemilu ke daerah-daerah dimulai. KPU di beberapa daerah, bahkan menyatakan telah menerima. Selanjutnya, surat suara tersebut akan disortir.

KPU mengatakan hanya Yogyakarta yang surat suaranya belum didistribusikan.” Sampai saat ini (kemarin) yang belum sama sekali adalah Jogja,” ujar komisioner KPU Ilham Saputra di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Ilham mengatakan hal ini dikarenakan salah satu percetakan surat suara terdapat di Yogyakarta. Selain itu, menurutnya, hal ini karena tidak ada persoalan geografis untuk pengiriman. ”Jogja percetakannya kan di situ.

Dekat dan secara geografis tidak ada persoalan krusial terkait dengan distribusi logistik tersebut,” ujar Ilham. Dia juga mengatakan pihaknya mengutamakan pengiriman surat suara di daerah-daerah yang sulit tempuh. Salah satu daerah yang telah dikirimi surat suara adalah Aceh. ”Kami mengutamakan daerah-daerah yang jauh terlebih dahulu.

Aceh itu sudah semua dan beberapa daerah lain,” tuturnya. Pihaknya telah mengantisipasi pengamanan logistik dari berbagai kondisi. Hal ini dengan memberikan standar logistik dan standar gudang sebagai tempat penyimpanan logistik pemilu. ”Kita antisipasi dan kita sudah memberikan standar logistik, standar gudang logistik bagi teman-teman KPU kabupaten/ kota.

Nah, sampai saat ini belum ada yang bermasalah kecuali kemarin di Cirebon,” kata Ilham. Terpisah, Ketua KPU Kudus Naily Syarifah mengatakan, surat suara mulai datang kemarin. Karena itu, pihaknya menghentikan sementara proses perakitan kotak suara.

Sebab mereka merencanakan penyortiran surat suara. Dia mengatakan pihaknya menghentikan proses perakitan kotak suara sejak beberapa hari lalu. ”Kami hentikan dulu proses perakitan kotak suara.

Kami hentikan sejak Jumat (8/2), karena masih menunggu planningsortir surat suara,” katanya, kemarin. Dari 15 ribu lebih kotak suara, saat ini yang sudah dirakit sekitar 9 ribuan. Sebanyak 6 ribu kotak suara yang belum dirakit. KPU merencanakan proses perakitan kotak suara dua minggu lagi sembari menunggu rencana penyotiran surat suara. Dia juga menambahkan, sejauh ini tidak ada kerusakan kotak suara yang dirakit.

Total sebanyak 15.344 kotak suara yang akan dirakit untuk Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. Dari 15.344 kotak suara, akan dibagikan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak lima kotak suara, kemudian Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebanyak 11 kotak suara, dan di KPU ada satu kotak suara. Jumlah TPS di Kabupaten Kudus sebanyak 3.049 TPS yang ada di 132 desa/kelurahan yang tersebar di 9 kecamatan.

Sementara KPU Kabupaten Banyumas tengah mendata ketersediaan gudang di tingkat kecamatan yang nantinya akan digunakan untuk menyimpan surat suara. ”Kami masih melakukan pendataan terkait gudang penyimpanan di tingkat kecamatan,” kata Anggota KPU Banyumas, Hanan Wiyoko di Banyumas.

Dia mengatakan nantinya logistik dari gudang KPU Banyumas akan dikirim ke kecamatan sehingga kesiapan gudang penyimpanan perlu dipastikan dengan baik. ”Pihak panitia pemungutan kecamatan harus menyiapkan tempat atau gudang untuk menyimpan kotak suara,” katanya.

Ia menambahkan KPU Banyumas sudah menyewa gudang baru khusus penerimaan surat suara, sortir, lipat, dan pengepakan. Di Pati, KPU melibatkan penyandang difabel dalam merakit kotak suara yang terbuat dari kardus untuk menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.

”Total pekerja yang dilibatkan dalam perakitan kotak suara sebanyak 25 orang, sedangkan kaum difabel yang dilibatkan berjumlah lima orang,” kata Anggota KPU Pati Supriyanto di Pati. Penyandang difabel yang dilibatkan dalam partisipasi perakitan kotak suara, katanya, terbatas untuk tuna daksa. Menurutnya, mereka tetap bisa bekerja seperti halnya pekerja lain dan juga cukup bersemangat ikut dilibatkan dalam partisipasi Pemilu 2019.

Jumlah kotak suara yang dirakit, kata dia, berjumlah 22.076 kotak suara yang penyimpanannya dipusatkan di gudang Kutoharjo Pati. Perakitan kotak suara yang dimulai hari Selasa (12/2), kata dia, ditargetkan selesai dalam waktu 12 hari. ”Dengan asumsi penghitungan setiap pekerja dapat merakit antara 100-120 kotak suara per harinya,” ujarnya.

Simulasi yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Pati, katanya, setiap kotak suara membutuhkan waktu sekitar 3-4 menit untuk merakitnya. Dari 22.076 kotak suara, akan dibagikan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak lima kotak suara, kemudian Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebanyak 11 kotak suara dan di KPU. Adapun jumlah TPS di Kabupaten Pati sebanyak 4.369 TPS yang tersebar di 21 kecamatan.

Terkait dengan kebutuhan logistik Pemilu 2019, kata Supri, hingga kemarin pihaknya belum menerima surat suara pilpres maupun Pileg 2019. Kebutuhan logistik lainnya yang belum diterima, yakni formulir, daftar calon tetap, buku panduan KPPS, dan salinan daftar pemilih tetap (DPT). (dtc,ant- 56)

 


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar