Koperasi Wisata Bhakti Tekankan Gotong Royong

SEMARANG - Ketua Koperasi Wisata Bhakti Supomo mengungkapkan, pihaknya menekankan persaudaraan, kesetiakawanan, dan gotong royong antaranggota. Hal itu selalu ditekankan pada pertemuan rutin termasuk rapat anggota tahunan (RAT).

”Koperasi kami beranggotakan pegawai di Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata. Kami di sini menekankan rasa sosial, kesetiawakanan, serta persaudaraan. Jadi tidak berorientasi bisnis,” katanya saat ditemuai seusai RAT, Selasa (12/2) di Aula Kantor Dinporapar, Jalan Pemuda, Kota Semarang.

Dia juga mengungkapkan, aset koperasi yang dipimpinnya hingga 31 Desember 2018 secara keseluruhan mencapai Rp 1,2 miliar lebih. Sisa hasil usaha (SHU) secara keseluruhan mencapai sekitar Rp 113 juta.

Dari semua itu 40 persen untuk pengembangan koperasi dan 60 persen dibagikan kepada anggota dalam bentuk SHU. Dari 40 persen, 20 persennya untuk cadangan koperasi, lima persen cadangan dana sosial, 10 persen untuk dana pengurus dan badan pembina. ”Jadi jika dihitung, honor pengurus dan badan pengurus kurang lebih satu juta dalam setahun. Makanya tidak banyak yang mau menjadi pengurus,” ujarnya.

Supomo juga menyebut jumlah karyawan di Disporapar yang ASN mencapai 239 orang, sedangkan non ASN 138 orang. Namun, yang menjadi anggota baru 145, atau baru sekitar 37 persen. Dia berharap, ke depan semua pegawai Disporapar bergabung sehingga memperkokoh koperasi dengan memperkuat permodalan dan sisi hubungan emosional antarpegawai.

Menurutnya, ada tiga syarat agar koperasi bisa berkembang. Ketiganya yakni sehat pengurus, sehat anggota, dan dukungan political will dari pemangku kebijakan. ”Kalau semua jalan, saya yakin koperasi bisa besar,” katanya.

Dia juga menyebut, salah satu hasil RAT kemarin yakni kesepakatan kenaikan simpanan wajib dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu. Dengan begitu, dia berharap modal Koperasi Wisata Bhakti semakin kuat. RATkemarin juga dihadiri Dinas Koperasi serta Dewan Koperasi Daerah.(H35-56)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar