Perdagangan Berjangka Makin Bergairah

JAKARTA - Bisnis perdagangan berjangka diprediksi makin bergairah hingga akhir 2019. Kalangan pebisnis sangat optimistis perekonomian Indonesia akan membaik, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang memprihatinkan akibat kondisi perekonomian global.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang mengungkapkan hal itu dalam Investment Outlook bertema ”Kemilau Harga Emas di Tahun Babi 2019” di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, akhir pekan lalu.

Diskusi yang digelar oleh PTRifan Financindo Berjangka itu bagian dari loyalty customer sekaligus edukasi industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan potensi investasi pada tahun politik. ”Saya optimistis pasar nasional dan global akan mengalami pertumbuhan, termasuk perdagangan berjangka, dan emas menjadi salah satu investasi menarik,” tutur Paulus di depan seratusan peserta diskusi yang datang dari berbagai kota di Indonesia.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menyatakan tak perlu khawatir pada situasi tahun politik. Berbagai komentar panas dan pedas di media sosial tidak berpengaruh terhadap ekonomi.

Strategi Perusahaan

Meskipun ada pihak yang memilih mengambil sikap melihat dan menunggu, dia menyarankan lebih baik tetap berkegiatan. Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Teddy Prasetya mengatakan diskusi menjadi bagian strategi perusahaan di bidang edukasi dan sosialisasi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai industri pialang berjangka. ”Nasabah dan tim internal kami mendapat gambaran atau analisis yang bermanfaat dalam mengambil keputusan penting untuk berinvestasi, serta menyusun strategi dan rencana bisnis yang tepat ke depan,” ungkap dia.

Di tengah ketidakpastian global, lanjut dia, informasi yang relevan seputar perdagangan berjangka dan komoditi akan meningkatkan kepercayaan diri pelaku investasi untuk menanamkan modal pada produk yang tepat. Emas diyakini menjadi produk derivatif primadona tahun ini mengingat sifatnya yang safe haven dan nilainya stabil.

Di Rifan Financindo Berjangka, menurut dia, emas termasuk salah satu produk yang diminati untuk transaksi bilateral, dan porsinya mencapai 95%. Tahun ini, emas akan menjadi andalan perusahaan untuk meningkatkan volume transaksi bilateral maupun multilateral. ”Total target volume transaksi pada 2019, kami harapkan dapat menembus angka 1,5 juta lot yang terdiri atas 1,1 juta lot transaksi bilateral dan 400 ribu lot transaksi multilateral,” papar dia.

Realisasi tersebut didukung oleh pengembangan infrastruktur dan ekspansi sumber daya manusia melalui penambahan jumlah dan kemampuan di setiap cabang. Saat ini, pihaknya memiliki 10 kantor yang tersebar di Jakarta dua kantor, lalu Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Yogyakarta masing-masing satu. (D19,bn-46,18)


Loading...
Komentar