Tongkang Pengangkut Batubara Terdampar di Pantai Widuri

SM/Saiful Bachri : JADI TONTONAN : Kapal tongkang dengan berat ratusan ton yang terdampar di Pantai Widuri menjadi tontonan warga, kemarin. (50)
SM/Saiful Bachri : JADI TONTONAN : Kapal tongkang dengan berat ratusan ton yang terdampar di Pantai Widuri menjadi tontonan warga, kemarin. (50)

PEMALANG - Kapal tongkang berbobot ratusan ton tanpa awak kapal, terdampar di perairan Pemalang, tepatnya di depan kompleks Makam Syeh Maulana Syamsudin, Kelurahan Widuri, Kecamatan/ Kabupaten Pemalang, pukul 05.45 Senin (28/1). Kejadian itu sontak menjadi perhatian warga sekitarnya. Makin siang orang yang penasaran ingin menyaksikan tongkang ke lokasi kejadian makin banyak. Mereka umumnya heran melihat kapal besar untuk mengangkut batubara tersebut.

Menurut penuturan warga, terdamparnya kapal tersebut kali pertama dilihat oleh beberapa nelayan penduduk setempat sekitar pukul 23.00. Saat itu kapal tongkang masih berada di kejauhan. Penduduk tidak menyangka kalau kapal itu akan terdampar.

Pedagang makanan yang berada tepat di lokasi tongkang yang terdampar, Sidun (45) menuturkan, sekitar pukul 05.00 dia melihat bayangan hitam terapung-apung semakin besar menuju ke darat.

Terlepas

”Saya waktu itu takut dan memanggil- manggil suami. Ketika saya kembali ke pantai, ternyata kapal besar itu sudah terdampar di pinggir pantai,” kata Sidun kemarin.

Sejumlah aparat terkait, seperti Satuan Polisi Airud Polres Pemalang, Pos Pangkalan TNI AL (Lanal) Tegal, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang Wismo, berada di lokasi terdamparnya kapal sejak pagi. Namun mereka belum mengetahui tongkang tersebut milik perusahaan apa.

Menurut sejumlah petugas, diperkirakan kapal tongkang itu terlepas dari kapal penariknya di tengah lautan ketika ombak besar. Atau sedang disandarkan di Pelabuhan Tegal atau Cirebon kemudian hanyut terdampar di Widuri. Namun hal itu belum bisa dipastikan.

Kapolres Pemalang AKBP Krisßtanto Yoga Dharmawan melalui Kasatpol Air AKP Sunardi menjelaskan, pihaknya sampai siang kemarin belum menemukan pemilik kapal tongkang tersebut. Serta terus melakukan koordinasi kemaritiman yang terkait.

Berdasarkan data identifikasi yang dicatat, kapal tersebut bernama PST 115 Batam/GT.4334/6382i PPM 2014/300 Feet. Panjang 115 lebar 60 meter. No izin Syahbandar N0.3831/VI Tanggal 28-01-2019. Pemilik perusahaan belum diketahui. Kapal merupakan angkutan material batubara. Namun saat ditemukan muatan sudah kosong. (sf-50)