Sehari, Dua Longsor Terjadi di Tempur

Akses Jalan Tertutup

SM/dok  -  TUTUPI JALAN : Material longsor menutupi jalan penghubung Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, kemarin. (39)
SM/dok - TUTUPI JALAN : Material longsor menutupi jalan penghubung Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, kemarin. (39)

JEPARA - Longsor terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Selasa (22/1) di dua titik berbeda.Longsor pertama terjadi di jalan penghubung Desa Tempur menuju Dukuh Duplak desa setempat. Longsor lainnya terjadi di Dukuh Kemiren RT 2/RW1 yang menyebabkan material tanah masuk ke dalam dua rumah warga.

Petinggi Desa Tempur Sutoyo menjelaskan, longsor di jalan penghubung terjadi pada tebing setinggi 12 meter yang berada di kawasan tanpa permukiman.

Lebar tebing yang longsor sekitar sembilan meter. Tidak hanya material tanah, longsor juga membawa beberapa batu berukuran besar dan kecil.

Sehingga untuk pembersihan material membutuhkan alat berat. ”Seluruh badan jalan di titik longsor tertutup material. Bahkan sebagian badan jalan ikut longsor ke jurang,” beber Sutoyo.

Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebab selain terjadi saat dini hari, juga jauh dari kawasan permukiman. Hanya saja, jalan penghubung tersebut mengalami kerusakan.

Banyak aspal jalan kabupaten di titik longsor itu yang pecah akibat tertimpa batu besar. Selain jalan, fasilitas umum lainnya tidak ada yang rusak. Baik saluran air maupun jaringan listrik.

Pihaknya mencatat sejumlah area sawah dan kebun warga rusak akibat longsor itu. Akibat longsor tersebut, warga Dukuh Duplak untuk sementara waktu terisolasi.

Di dukuh tertinggi di Jepara itu terdapat 123 kepala keluarga. Sutoyo memerinci, di sana ada 22 warga lanjut usia, ibu hamil lima orang, 34 balita, 15 warga rentan, dan anak usia sekolah sebanyak 43 anak.

”Warga sebenarnya hendak membersihkan material longsoran pagi ini (kemarin-Red). Namun karena hujan belum reda, sukarelawan dan masyarakat tidak berani membersihkan material longsoran.

Sebab batu dari atas tebing masih berjatuhan. Longsor susulan masih berpotensi terjadi,” ucapnya. Hingga kemarin siang, sukarelawan, warga hingga alat berat belum berani membersihkan material longsoran karena masih sangat rawan.

Rencanannya, material longsoran, termasuk batu besar akan dijatuhkan ke bawah jurang. Pihaknya dan sukarelawan membuat tenda darurat sebagai posko.

Hal tersebut untuk memantau kondisi di lapangan. Sementara itu, longsor di Dukuh Kemiren menyebabkan material tanah masuk ke dalam rumah Sukar dan Riyanto pukul 12.40. Longsoran terjadi di tebing setinggi 25 meter. Lebar longsor mencapai 11 meter. ”Tanah masuk hingga ke dalam rumah warga.

Satu sepeda motor tertimbun material tanah. sebanyak 10 sepeda motor terjebak di dalam rumah. Tidak ada korban jiwa pada kejadian kedua ini.

Kondisi rumah hanya mengalami kerusakan ringan,” ucapnya. Di Desa Tempur memang seringkali terjadi longsor. Nyaris tiap musim hujan, di wilayah itu selalu terjadi longsor.

Longsor terjadi baik di tebing yang jauh maupun dekat dengan permukiman. Seperti awal tahun lalu, longsor terjadi di jalan penghubung DesaTempur dan Damarwulan, Kecamatan Keling yang menyebabkan akses jalan terputus sementara. (adp-39)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar