Whatsapp Batasi Penerusan Pesan

Akun Bermasalah Bakal Diblokir

SM/kominfo.go.id - SEUSAI PERTEMUAN :Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp Victoria Grand seusai pertemuan di Kominfo, Senin (21/1). (55)
SM/kominfo.go.id - SEUSAI PERTEMUAN :Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp Victoria Grand seusai pertemuan di Kominfo, Senin (21/1). (55)

JAKARTA-Menjelang pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 17 April 2019, Whatsapp membatasi kemampuan meneruskan pesan atau forward hanya lima kali untuk satu pesan.

“Fitur meneruskan pesan akan diseragamkan menjadi lima untuk Indonesia dan global,” kata Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi Whatsapp Victoria Grand di Jakarta, Senin (21/1). Di seluruh negara yang bisa mengakses aplikasi itu, setiap pesan semula dibatasi dapat diteruskan sebanyak 20 kali.

Hanya India yang disebut diberi batasan meneruskan pesan lima kali, setelah kasus kekerasan yang berujung pada kematian meruak akibat penyebaran hoaks yang berpangkal dari pesan di Whatsapp.

Keputusan pembatasan ini diambil setelah berdiskusi dengan berbagai pihak di Indonesia, termasuk Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Whatsapp menyadari 90 persen pesan yang beredar di platform tersebut merupakan pesan pribadi, sisanya dapat berupa pesan-pesan yang lain.

Dengan membatasi sebuah pesan hanya dapat diteruskan lima kali, Grand menilai jika ada perilaku yang mencurigakan, pesan tersebut dapat dilacak ke lima pesan sebelumnya.

Whatsapptidak dapat membaca isi pesan yang dikirim karena enkripsi end-to-endyang disematkan di sistem mereka hanya mengizinkan pengirim dan penerima pesan untuk membaca isi pesan tersebut. “Whatsapp tidak bisa melihat isi pesan. Jadi yang paling mungkin adalah melihat perilakunya,” kata Grand.

Aplikasi tersebut sejak awal memang dirancang sebagai platform komunikasi pribadi, berbeda sdengan Facebook yang diposisikan sebagai jejaring sosial. Meski begitu, Whatsapp memang menyediakan grup dengan jumlah anggotanya yang saat ini dapat mencapai ratusan orang per grup.

Fitur enkripsi end-to end dipasang agar pesan tidak diretas selama perjalanan dari pengirim ke penerima. Namun, Whatsapp dapat mendeteksi perilaku. Jika Whatsapp mendeteksi perilaku tidak normal dan mengarah pada aktivitas yang negatif, mereka tidak segan untuk menghapus akun tersebut.

“Akun yang bersangkutan akan dilarang,” kata dia. Nomor yang digunakan untuk akun Whatsapp tersebut tidak dapat lagi digunakan untuk mengakses. Selain itu, sejak beberapa bulan lalu Whatsapp juga memberi label “forward” pada pesan yang diteruskan.

Data mereka menunjukkan sejak fitur itu diluncurkan, perilaku meneruskan pesan secara global turun hingga 25 persen. Whatsapp disebut pula memiliki fitur pelaporan melalui aplikasi. Jika mendapat pesan berantai yang bersifat negatif, pengguna bisa melaporkan akun yang mengirimkan melalui opsi “report” atau “laporkan.”

Untuk melaporkan akun yang bermasalah, buka obrolan atau “chat” lalu ketuk titik tiga di pojok kanan atas dan pilih “report” untuk melaporkan akun tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berpandapat, pembatasan kuota meneruskan pesan atau forwarddi platform tersebut sebagai langkah yang baik untuk mengurangi sebaran konten negatif.

“Saya apresiasi. Saya menghormati langkah Whatsapp,” kata Rudiantara seusai bertemu perwakilan WhatsApp Global di Kementerian Kominfo, kemarin. Rudiantara menilai batasan lima kali forward ini jauh lebih baik dibandingkan dengan dulu yang tidak ada batasan sama sekali.

Keputusan tersebut diambil setelah Kominfo dan WhatsApp melalui World Global Influencer Leader dari empat negara berdiskusi sekitar September lalu. “Kami menyambut baik kolaborasi ini, menunjukkan Whatsapp datang bukan hanya untuk bisnis, tapi, membuat pasar yang kondusif,” kata Rudiantara.

Pembatasan forward pesan menjadi lima kali segera berlaku setelah WhatsApp menggulirkan pembaruan. Kepala Urusan Publik WhatsApp Carl Woog menambahkan, pembaruan di Whatsappdigulirkan mulai pekan ini.

“Mungkin hari ini berlaku,” kata Woog. Terpisah, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam siaran pers yang diunggah di situs resmi Kemenkominfo mengungkapkan, fitur pembatasan forward pesan melaui Whatsapp akan mulai berlaku efektif pada 21 Januari 2019 waktu Los Angeles atau tanggal 22 Januari 2019 pukul 12.00 WIB. Pembatasan jumlah forward pesan pada aplikasi Whatsapp baru berlaku untuk pengguna OS Android. Untuk IOS sedang dalam proses pengembangan.(ant-56)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar