Purnama Perige Bakal Hadir Lagi

Rob di Pantura Lebih Tinggi

SM/Antara - FENOMENA SUPERMOON : Bulan purnama terang memerah dan besar saat fajar jelang terjadi gerhana bulan dan fenomena Supermoon terlihat di atas langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (21/1). (55)
SM/Antara - FENOMENA SUPERMOON : Bulan purnama terang memerah dan besar saat fajar jelang terjadi gerhana bulan dan fenomena Supermoon terlihat di atas langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (21/1). (55)

JAKARTA- Tiga purnama pada awal tahun ini bertepatan dengan bulan berada pada posisi terdekatnya dari bumi. Fenomena tersebut dikenal sebagai purnama perige atau purnama super (supermoon). Pada Januari, perisitiwa tersebut terjadi kemarin (21/1), tepatnya pukul 12.16.

Tepat 12 jam 43 menit sesudah puncak purnama tersebut atau pada 22 Januari 2019 pukul 02.59, bulan akan berada pada jarak 357.342 km dari Bumi. Saat purnama perige terjadi, ukuran bulan terlihat lebih besar sekitar 14 persen. Selain itu, kecerahan bulan juga terlebih lebih terang 30 persen dibanding biasa.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, purnama semalam dibarengi peristiwa gerhana bulan yang sayangnya tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Gerhana ini hanya dapat diamati oleh pengamat di wilayah Eropa, Afrika, Amerika, dan sebagian kecil Asia bagian Timur Laut. Karena itu, gerhana bulan pada 21 Januari itu dapat disebut sebagai gerhana bulan perige, yang dikenal juga sebagai gerhana super atau super blood moon, mengingat saat puncak gerhana warna bulan menjadi kemerahan.

BMKG juga telah memberi peringatan terjadinya air laut pasang hingga Selasa (22/1) sebagai dampak fenomena supermoon. “(Akan ada) kenaikan air pasang maksimum di beberapa wilayah pesisir perairan,” ujar Kepala Humas BMKG Ahmad Taufan Maulana.

Tinggi pasang bisa mencapai 1,25 -2,5 meter dibanding pasang normal di daerah seperti Selat Malaka, Laut Sawu, Laut Maluku dan lainnya.

Pasang lebih tinggi hingga 2,5-4 meter berpotensi terjadi di perairan Barat Aceh, Laut Natuna Utara, hingga perairan Kepulauan Wakatobi. Sementara itu, situs resmi BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku hingga Kamis (24/1). Laut Jawa bagian tengah dan timur berpeluang terjadi gelombang tinggi sekitar 2,5-4 meter.

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat seperti Laut Jawa diminta agar tetap selalu waspada.

“Supermoon yang disertai gerhana akan memengaruhi pasang maksimal air laut,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Slamet Wiyono. Fenomena pasang air laut itu, kata dia, diprakirakan terjadi pada 19 hingga 22 Januari 2019.

Menurut dia, kawasan pesisir Kota Semarang yang biasa dilanda rob diperkirakan akan dilanda genangan yang lebih tinggi. Purnama perige akan kembali terjadi pada Februari dan Maret. Bulan depan, peristiwa itu diperkirakan terjadi pada tanggal 19 pukul 16.02.

Meski begitu purnama tersebut tak dibarengi dengan gerhana. Pada Maret, purnama perige kembali terjadi pada tanggal 21 pukul 04.59. Perisitiwa itu juga disebut purnama ekuinoks karena matahari tengah berada di garis ekuinoks.(ant,cnn-56)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar