Tersendat di Gerbang Tol

Hari Pertama Pemberlakuan Tarif

SM/Rosyid Ridho - ANTREAN KENDARAAN : Sejumlah kendaraan antre di Gerbang Tol Weleri dari arah timur. (55)
SM/Rosyid Ridho - ANTREAN KENDARAAN : Sejumlah kendaraan antre di Gerbang Tol Weleri dari arah timur. (55)

KENDAL - Setelah diberlakukannya tarif di ruas tol Semarang-Batang mulai Senin (21/1) pukul 00.00, terjadi antrean kendaraan di sejumlah gerbang tol ruas tersebut. Ketersendatan terjadi karena sebagian pengguna jalan belum mengetahui bila jalan tol tersebut sudah mulai berbayar, sementara saldo kartu tol mereka tidak mencukupi. Seperti yang terjadi di Gerbang Tol (GT) Weleri di Kabupaten Kendal.

Tampak antrean kendaraan dari arah timur maupun barat. PT Jasamarga Semarang Batang juga menyiapkan petugas di gerbang tersebut untuk melayani pengguna jalan yang kekurangan saldo untuk melakukan pembayaran secara tunai.

Manajer Area PTJasamarga Semarang Batang, Ismanto, mengatakan, ketersendatan terjadi karena sebagian pengguna jalan, belum mengetahui jika Tol Semarang-Batang sudah berbayar mulai Senin (21/1). “Kebanyakan pengguna jalan mengalami kekurangan saldo pada kartu tol, sehingga petugas kami harus melayani secara tunai. Kondisi itu yang sedikit menghambat.

Jika menggunakan kartu, waktunya kurang lebih 12 detik. Paling tidak satu minggu ke depan, keter,” jelasnya saat ditemui di GTWeleri, Senin (21/1). PT Jasamarga Semarang Batang, lanjutnya, belum bisa memastikan apakah terjadi penurunan atau kenaikan setelah diberlakukannya tarif di ruas tersebut.

Ismanto menyatakan, butuh waktu sekitar dua atau tiga hari untuk mengetahuinya. “Tarifnya kan mulai berlaku Senin 21 Januari pukul 00.00.

Paling tidak butuh waktu dua atau tiga hari ke depan, untuk bisa diketahui, apakah terjadi penurunan atau kenaikan jumlah kendaraan yang melintas di ruas Semarang- Batang,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan kemarin, ruas baru Tol Trans Jawa mulai memberlakukan tarif sejak Senin (21/1) pukul 00.00. Ruas tol tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 20 Desember 2018 dan sudah digunakan tanpa tarif sebagai bagian sosialisasi dan mendukung kelancaran arus mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Besaran tarif terjauh enam ruas tol baru untuk kendaraan golongan I sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tanggal 14 Januari 2019 adalah Ngawi-Kertosono Rp 88.000 (Kepmen PUPR No. 62/KPTS/M/2019), dan Gempol-Pasuruan Rp 36.000 (Kepmen PUPR No. 50/KPTS/M/2019).

Sementara untuk Ruas Relokasi Porong- Gempol pada Tol Surabaya-Gempol (Kepmen PUPR No. 58/KPTS/M/2019) yakni Seksi Kejapanan-Porong Rp 3.000 dan Seksi Porong-Kejapanan Rp 6.000. Tarif untuk Tol Pemalang-Batang Rp 39.000 (Kepmen PUPR No. 52/KPTS/M/2019), Batang-Semarang Rp 75.000 (Kepmen PUPR No. 54/KPTS/M/2019), dan Semarang-Solo Rp 65.000 (Kepmen PUPR No. 60/KPTS/M/2019).

“Tarif yang diberlakukan sudah sesuai ketentuan rasionalisasi tarif yaitu pertama, untuk ruas yang baru operasi tarif tol awal golongan I maksimal Rp 1.000/km. Kedua, besaran tarif kendaraan golongan II dan III adalah 1,5 kali dari golongan I dan untuk golongan IVdan Vadalah 2 kali dari golongan I,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Hery Trisaputra Zuna, di Jakarta, kemarin. Mulai 21 Januari 2019 hingga dua bulan mendatang, juga akan diberlakukan diskon 15 persen untuk pengguna tol jarak jauh.

Dari empat klaster Tol Trans Jawa hanya klaster II (Palimanan-Semarang), III (Semarang-Surabaya), dan IV (Gempol- Grati) yang didiskon. Sementara klaster I (Jakarta-Palimanan) tidak berlaku diskon. Tol dalam kota yakni Semarang ABC dan Surabaya-Gempol juga tidak berlaku diskon. “Pemberian diskon merupakan inisiatif badan usaha jalan tol (BUJT).

Dengan adanya diskon 15 persen, maka pengguna tol golongan I dari Jakarta menuju Pasuruan (keluar di GT Grati) semula membayar Rp 712.500 menjadi Rp 624.500 atau hemat Rp 88.000. Sementara kendaraan golongan Vmendapat potongan sebesar Rp188.500,” kata Hery. Hery menambahkan diskon hanya berlaku apabila pengguna jalan tol melakukan perjalanan penuh dalam satu klaster.

Misalnya di klaster II, kendaraan yang masuk gerbang tol (GT) Palimanan akan membayar tarif tol diskon apabila keluar di GT Kali Kangkung di Semarang. Ketentuan tarif diskon lainnya adalah saldo e-toll cukup. Apabila e-toll saldo kurang atau tidak terbaca maka diskon tidak berlaku.

Tersambungnya Tol Trans Jawa mulai dari Merak hingga Grati Pasuruan akan meningkatkan mobilitas orang, barang, dan jasa. Bagi angkutan logistik, akan mengurangi biaya logistik sehingga meningkatkan daya saing produk-produk dalam negeri. Industri di daerah juga bisa tetap berkembang karena tidak memindahkan produksi ke kawasan Industri yang lebih besar seperti di Karawang.

Disamping itu, kehadiran jalan tol juga mendukung peningkatan kunjungan ke destinasi wisata di daerah dan produk-produk lokal UKM seperti kuliner dan batik yang dipasarkan di rest area jalan tol sehingga meningkatkan ekonomi lokal.

“Dengan tersambungnya tol Trans Jawa ini, banyak manfaat yang bisa diterima oleh pengguna tol, terutama adalah berkurangnya waktu tempuh dan biaya operasional kendaraan seperti bahan bakar. Kelancaran perjalanan diharapkan juga mengurangi tingkat kelelahan pengemudi terlebih angkutan logistik,” pungkas Hery.(H36,bn-56)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar