Pemilihan Panelis Tanpa Persetujuan Timses

Debat Kedua Pilpres

JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan sejumlah perubahan untuk pelaksanaan debat kedua yang digelar pada 17 Februari mendatang. Anggota KPU, Wahyu Setiawan mengatakan, setidaknya ada lima poin perubahan agar debat mendatang lebih eksploratif terhadap gagasan caprescawapres.

“Format mekanisme debat kedua dirancang lebih memungkinkan paslon capres-cawapres tampil lebih lugas, rileks, original dan melakukan eksplorasi gagasan dalam visi-misi mereka,” kata Wahyu di Gedung KPU, Jakarta, Senin (21/1).

Dia menjelaskan, lima poin perubahan yang rencananya diberlakukan untuk debat kedua adalah pertama, KPU menegaskan tidak ada kisi-kisi yang diberikan kepada masing-masing paslon.

Kisi-kisi dibuat oleh sejumlah panelis dan hanya diberitahukan kepada moderator sebagai bahan untuk bertanya kepada caprescawapres. Kedua, tata panggung debat akan diubah dengan meniadakan kursi puluhan pendukung masingmasing paslon.

Sebab, dari evaluasi KPU, keberadaan pendukung itu membuat suasana gaduh dan tidak tertib. “Jadi para elit yang merepresentasikan Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) juga harus menghormati rakyat yang menonton dan pendengar di rumah.

Kami pastikan format debat membuat penonton di rumah lebih nyaman untuk mendengar dan menyaksikan,” tukasnya. Ketiga, lanjut Wahyu, KPU memastikan peran moderator debat nanti ditambah supaya dalam memandu jalannya debat lebih dinamis. Keempat, durasi debat akan ditambah untuk segmen penyampaian visi-misi, agar visimisi bisa lebih utuh.

Kelima, KPU memastikan aka n menentukan nama-nama panelis debat kedua secara mandiri. Nama-nama yang telah ditentukan nantinya tidak boleh diganti jika ada pihak-pihak yang tidak setuju. “Sementara untuk moderator, tetap akan disepakati bersama TKN dan BPN.

Moderator tetap diambilkan dari jurnalis media,” tambah Wahyu. Debat kedua pilpres dijadwalkan akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta yang merupakan debat antarcapres, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Dalam debat kedua, tema yang akan dibahas adalah energi dan pangan, SDA dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.

Rapat Evaluasi

Keputusan tersebut diambil seusai rapat evaluasi debat capres pertama di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Senin (21/1). Rapat dipimpin langsung oleh Ketua KPU Arief Budiman, didampingi komisioner KPU Wahyu Setiawan dan Ilham Saputra.

Rapat juga dihadiri anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin serta perwakilan masing-masing timses dan dilakukan secara tertutup. Timses yang hadir di antaranya Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Aria Bima, serta Lukman Edy.

Sedangkan dari pihak pasangan nomor urut 02, hadir Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso. Selain itu, hadir moderator debat pertama Ira Koesno dan Imam Priyono serta perwakilan stasiun televisi penyelenggara debat pertama dan debat kedua.

Terkait panelis, pada debat kedua nanti KPU akan menentukan sendiri. Wahyu mengatakan panelis dapat diganti bila dianggap tidak memenuhi syarat. Salah satunya yaitu, bila panelis dianggap tidak netral meski memiliki bidang yang sesuai dengan tema debat.

Wahyu mengatakan sesuai dengan UU No 7/2017 tentang Pemilu, hal yang menjadi kewenangan KPU maka akan diputuskan sendiri. Namun, KPU juga mengatakan tetap akan melakukan koordinasi untuk hal-hal lainnya. “Untuk hal-hal yang memang itu kewenangan KPU berdasarkan UU, kami akan putuskan berdasarkan kewenangan kami.

Tapi kalau untuk hal-hal yang berkaitan dengan koordinasi, maka kami harus koordinasi untuk ambil sikap,” tuturnya. Sebelumnya, dalam debat pertama panelis ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama. Serta masing-masing peserta pemilu juga sebelumnya diminta untuk memberikan nama panelis yang diusulkan. (J22,dtc-64)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar