Hari Ini Batas Akhir OSO Serahkan Surat Pengunduran Diri

JAKARTA- KPU mengingatkan Oesman Sapta Odang (OSO) agar menyerahkan surat pengunduran diri dari posisi Ketua Umum Partai Hanura paling lambat Selasa, (22/1). “Sikap KPU sudah jelas, meminta Pak OSO membuat surat pengunduran diri dengan batas akhir tanggal 22 Januari 2019, berarti besok (hari ini-Red),” ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Kantor KPU, Jakarta, Senin (21/1).

Wahyu mengatakan batas waktu penyerahan surat pengunduran diri dari pengurus Hanura hingga pukul 00.00 WIB. Bila OSO tidak menyerahkan surat pengunduran diri, maka KPU tidak akan memasukkan OSO dalam Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPD.“Batasnya sampai jam 00.00 WIB.

Tetapi kalau tidak memberikan ya tidak dimasukkan,” ujar Wahyu. KPU, lanjutnya, tetap berpegang pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan caleg DPD harus mundur dari jabatannya sebagai pengurus parpol.

Wahyu mengatakan, nama OSO akan dimasukkan bila surat pengunduran diri tersebut diserahkan besok. “Ya itu sikap KPU, artinya kalau Pak OSO memberikan surat pengunduran diri besok berarti pak OSO kita masukan ke DCT,” tuturnya.

KPU sebelumnya memutuskan tetap tidak meloloskan OSO dalam pencalonan anggota legislatif DPD. Alasannya, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) melarang pengurus partai politik maju sebagai caleg DPD.

Sementara itu, pengacara OSO, Dodi Abdul Kadir, menyatakan akan menyiapkan langkah hukum bila KPU tak melaksanakan putusan Bawaslu dan PTUN. Pada Senin (21/1), ratusan kader Partai Hanura dan pendukung Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang kembali melakukan unjuk rasa di depan Gedung KPU RI meminta penyelenggara pemilu memasukkan nama OSO dalam daftar calon tetap anggota DPD RI.

“KPU harus punya hati nurani seperti halnya Partai Hanura. Kami meminta KPU segera memasukan nama pak OSO ke dalam DCT,” ujar salah satu orator demonstrasi.

Para demonstran menilai KPU melanggar aturan karena tidak menjalankan putusan PTUN dan Bawaslu, di mana keduanya memerintahkan KPU memasukkan OSO ke dalam DCTanggota DPD RI. Dalam demonstrasi itu massa mengenakan serta membawa sejumlah tribut Partai Hanura, serta membawa poster dengan foto OSO.

Banyaknya jumlah massa, membuat aparat kepolisian mengalihkan lalu lintas yang hendak melewati depan gedung KPU RI. Sebelumnya Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron menyarankan agar KPU kembali meminta penjelasan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung terkait OSO, agar keputusan KPU memiliki landasan hukum yang kuat.

Herman khawatir persoalan KPU dengan OSO mengganggu pemilu serentak 2019. MK memutuskan calon anggota DPD RI tidak boleh berasal dari kepengurusan partai politik. Atas dasar itu KPU meminta Oesman Sapta menyerahkan surat pengunduran diri dari kepengurusan Hanura jika mau dimasukkan dalam daftar calon tetap anggota DPD RI.

Komisioner KPU RI Ilham Saputra mengatakan, pihaknya telah memulai pencetakan surat suara Pemilu 2019. Jika hingga tanggal 22 Januari 2019 OSO tidak juga menyerahkan surat pengunduran diri maka KPU akan mencetak surat suara DPD RI tanpa nama dan foto OSO didalamnya. (dtc,ant-64)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar