Keluarga Korban Lion Air Mengadu ke Fahri Hamzah

JAKARTA - Sejumlah perwakilan keluarga korban Lion Air dengan didampingi kuasa hukum menemui Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah untuk meminta maskapai penerbangan tersebut bertanggung jawab atas insiden kecelakaan pesawat beregister PKLQP.

Dalam pertemuan dengan Fahri, sebanyak enam keluarga korban yang ditemani mengadu soal sikap maskapai Lion Air yang dinilai tidak sesuai dengan Permenhub No 77 soal kompensasi yang seharusnya diterima. Kuasa hukum keluarga korban, Aprillia Supaliyanto, mengatakan, Lion Air tidak melakukan kewajiban untuk memberikan kompensasi terhadap keluarga korban.

Selain itu, Lion Air justru menyebutnya dengan asuransi. Atas dasar itu, mereka berharap supaya pemerintah mau turun tangan dalam perkara tersebut. Aprillia mengatakan kompensasi dan asuransi merupakan dua hal yang berbeda.

Setidaknya sudah terdapat 50 dari 189 keluarga korban yang mau menandatangani persyaratan yang ditawarkan Lion Air untuk dapatkan Rp 1,3 miliar. Persyaratan itu berisi setiap keluarga korban tidak boleh menuntut lebih dari nilai yang telah ditentukan Lion Air. “Ada klausula yang tadi dibacakan mereka (korban-Red), akan memberikan itu dengan syarat keluarga korban tidak boleh menuntut lebih daripada itu.

Padahal di dalam UU dan Permenhub itu dimungkinkan keluarga korban menuntut lebih dari pada kompensasi minimal itu jika keluarga korban bisa membuktikan itu kesalahan pihak maskapai,” ujar Aprilia di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/1).

Fahri Hamzah mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan tuntutan korban Lion Air kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan mengadakan rapat internal di DPR dengan komisi terkait. Selain itu, anggota legislatif dari dapil Nusa Tenggara Barat itu mengaku kaget mendengar pengakuan dari perwakilan keluarga korban tersebut.

“Saya syok karena sampai tiga bulan urusan yang paling penting, korban dan keluarga korban justru masih terbengkalai dan menyisakan banyak sekali pertanyaan yang sangat besar,” ujar Fahri.

Semua Korban

Terpisah, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya M Syaugi meyakini pihaknya telah menemukan semua korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT-610. Dia menyatakan tak ada lagi korban di dasar laut.

Pesawat rute Jakarta- Pangkal Pinang itu jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, 29 Oktober 2018. Sebanyak 189 penumpang dan awak pesawat Lion Air dinyatakan meninggal. Syaugi mengatakan selama 13 hari pencarian, pihaknya menemukan 196 kantong jenazah.

“Dari 196 itu kami merasa yakin semua ada di situ, karena di dasar laut di radius 250 meter di tempat jatuhnya pesawat Lion itu termasuk di Pantai Tanjung Karawang itu sudah tidak ada lagi ditemukan. Jadi sampai hari ke-12 pun sudah tidak ada, hari ke- 13 tidak ada, kita mau mencari ke mana lagi,” ujarnya usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (21/1).

Sejak operasi pencarian dimulai 29 Oktober hingga 10 November 2018, tim menemukan 196 kantong jenazah yang berisi sekitar 666 potongan tubuh korban. Semua potongan bagian tubuh korban itu telah diserahkan ke RS Polri untuk diidentifikasi.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri telah mengidentifikasi 125 penumpang. Sebanyak 64 korban tak teridentifikasi hingga proses identifikasi dihentikan Minggu, 23 November 2018. Korban yang teridentifikasi terdiri dari 89 laki-laki dan 36 perempuan. (cnnind-64)


Berita Terkait
Loading...
Komentar